Arsip Blog

PEMANDIAN ALAM LEJJA

Kali ini saya kembali akan mengajak anda jalan-jalan, tepatnya sebuah lokasi Pemandian Alam yang sangat indah dengan panorama hutan lindung yang begitu sejuk,…..

Pemandian Air Panas Lejja merupakan salah satu objek wisata andalan yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik dan manca negara. Pema
ndian ini berada dalam kawasan hutan lindung yang berbukit dengan panorama alam yang indah, sejuk, nyaman di Desa BuluE, Kecamatan Marioriawa, sekitar 44 km sebelah utara Kota Soppeng atau sekitar 60 km dari rumah saya, dengan sumber air panas alam yang dapat menyembuhkan penyakit rematik dan gatal-gatal.

Untuk mencapai tempat ini, harus melewati jalan-jalan yang berliku dan terjal, jika Anda ingin menikmati perjalanan, alangkah baiknya Anda menggunakan kendaraan bermotor, karena Anda dengan santai dapat menikmati alam sekitar, jika anda menggunakan kendaraan beroda empat, pastikan kendaraan anda remnya mantap, karena jalanan sangat terjal.

Memasuki Pintu gerbang Lokasi Pemandian, anda tinggal memilih jalan masuk,… bisa langsung dengan kendaraan sampai di dekat kolam renang atau lewat depan dengan menyusuri deretan tangga dengan panorama yang indah.

Obyek wisata ini dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai seperti air bersih, listrik, areal parkir, jalan beraspal, guest House, Kolam berendam, lapangan tenis dan baruga wisata untuk pertemuan dengan daya tampung 300 orang.


Bagi anda yang ingin menikmati suasana kesejukan permandian lejja disediakan pula tempat penginapan, yang dapat disewakan dengan sistem harian, tepat ini dilengkapi tempat tidur, ruang tamu, kamar mandi, mirip villa. Jadi kalau anda datang dengan rombongan , alangkah baiknya menyewa tempat ini saja.

Tidak lengkap rasanya kalau Anda tidak mengunjungi pusat keluarnya air panas, anda harus hati-hati jika memasuki tempat ini, karena batu-batunya licin, disamping itu airnya sangat panas sehingga banyak pengunjung yang mencoba untuk merebus telur…. Eh…eh…dekat pohon ada bergelantungan kaleng-kaleng dan botol yang diikat, konon kata orang yang percaya kalau mengantungkan botol disana, maka hajatnya akan segera terlaksana.

Jadi kayaknya tidak ada lagi yang kurang semua telah tersedia disini, dengan suasana yang masih alami dan Asri.

Saya tunggu anda semua………………………..

Iklan

KARST DAN DUFAN MATTAMPA

Seminggu terakhir,… cuaca ditempat saya nampaknya tidak begitu bersahabat, demikian pula dengan koneksi internet yang setiap harinya trouble…. Seperti yang saya posting sebelumnya, untuk mengatasi kejenuhan ditengah deraan rutinitas kerja yang membludak, kembali saya ajak sahabat semua untuk berwisata sambil mengenal obyek-obyek wisata yang ada di Sulsel.
Kali ini kita akan berkunjung ke salah satu Kabupaten di Sulsel yaitu Kabupaten Pangkep, salah satu daerah yang mempunyai PAD tertinggi di Propinsi Sulawesi Selatan.

Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari Kota Makassar, selain terkenal sebagai pemasok ikan bandeng, juga menjadi satu-satunya daerah di Sulsel yang memiliki dunia fantasi (dufan) mirip Dufan di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.

MATTAMPA
Meski Dufan Mattampa yang berlokasi di Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep ini tidak memiliki permainan selengkap Dufan di Jakarta, tak kalah menariknya dengan Dufan yang ada di Ibu Kota Republik Indonesia itu. “Surga bermain” itu menyatu dengan alam pegunungan karst yang memberikan pesona tersendiri.

“Dufan Mattampa ini merupakan surga bermain, tidak hanya bagi anak-anak tetapi bagi segala usia. Selain itu, kita bisa menikmati panorama alam dan gua-gua di pegunungan karst terpanjang kedua di dunia setelah pegunungan karst di China ini,” jelas salah seorang petugas loket, Idris, yang juga biasa merangkap menjadi guide atau pemandu wisata jika ada turis mancanegara yang berkunjung ke taman wisata plus ini.

Untuk mencapai Dufan Mattampa, dari Kota Makassar Anda dapat menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat dengan jarak tempuh sekitar dua jam. Letaknya pun sangat strategis, karena berada di jalan poros dan pintu gerbangnya langsung terlihat.

Pada gerbang pertama, kalau membawa kendaraan, Anda harus berurusan dengan petugas loket parkir terlebih dahulu. Untuk kendaraan roda dua, pihak pengelola Dufan Mattampa, Abadi Megah Promosindo, menarik retribusi Rp 1.000, sedangkan kendaraan roda empat Rp 2.000.

Sekitar lima meter dari lokasi parkir, akan ditemukan sebuah museum karst yang di dalamnya terdapat aneka batu-batuan karst dan fauna yang habitatnya di pegunungan batu kapur itu.

Untuk menikmati dufan dan panorama alam Mattampa, Anda harus kembali berurusan dengan petugas loket yang akan memberikan karcis masuk untuk dewasa seharga Rp 5.000 per orang dan anak-anak Rp 3.000 per orang.

Ketika memasuki gerbang kedua Dufan Mattampa, pengunjung akan disambut dengan dua patung replika kuda putih yang merupakan patung penyambut selamat datang. Warna hijau dari berjenis-jenis pohon yang menyelubungi pusat wisata ini dan embusan angin semilir menjadi pertanda betapa asrinya Dufan Mattampa ini.

Bunyi gemericik air dan suara anak kecil pun akan terdengar riuh rendah, karena meraka asyik menikmati berbagai permainan yang menguji adrenalin dan ketangkasan. Permainan memanjat tali, meniti dan bergelantungan di atas anyaman tali, merupakan pemandangan yang lazim di Dufan Mattampa.

Selain itu, terdapat aneka permainan seperti komedi putar, kincir, bebek-bebekan, kereta gajah dan kereta wisata. Kolam renang yang merupakan permandian alam sengaja dirancang layaknya waterboom.

Dengan modal karcis masuk Rp 5.000 per orang bagi orang dewasa, anak-anaknya sudah dapat memilih jenis permainan yang tentunya dapat menghilangkan penat sekaligus memberikan hiburan tersendiri. Namun apabila ingin menikmati semua jenis mainan, cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp 25.000 untuk mendapatkan tiket terusan.

“Namun apabila Anda hanya ingin menikmati jenis permainan tertentu, Anda hanya membayar Rp 5.000 per anak. Fasilitas permainan di tempat ini seluruhnya berdurasi lima menit.

Tak kalah menariknya, jika sempat menikmati gua-gua karst yang berada sekitar 100 meter dari arah sebelah kanan gerbang kedua Dufan Mattampa. Bila masuk lebih jauh ke dalam gua, cahaya tidak ada lagi sehingga Anda perlu membawa lilin. Dan di tempat ini, sejumlah bocah menawarkan lilin lengkap dengan koreknya dengan harga lilin per batang Rp 1.000.

karstkarst
Gugusan karst yang terdapat di lokasi ini merupakan yang terindah kedua di dunia setelah Karst di China,yang terbentang mulai dari Kabupaten Maros ” Pangkep, sekitar 30 km dari kota Makasar dengan total luas kawasan 4.500 Ha.

Keragaman dan keunikan jenis atraksi wisata yang ada di Kawasan Maros- Pangkep membuat kawasan ini ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia atau World Heritage Site oleh UNESCO. Dengan ditetapkannya kawasan tersebut sebagai situs warisan dunia, maka kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi di Indonesia yang menjadi pusat perhatian dunia yang secara langsung membantu dalam mempromosikan Kabupaten Maros-Pangkep sebagai destinasi wisata potensial di Indonesia.

Apabila Anda tidak sempat membawa bekal makanan saat bertamasya ke tempat ini, Anda tidak perlu khawatir karena terdapat gazebo untuk bersantai bersama keluarga sambil menikmati makanan ringan. Selain itu, terdapat pusat jajanan tradisional yang melengkapi seluruh fasilitas yang ada. Di foodcourt ini dijual berbagai jenis makanan khas Sulsel dengan harga terjangkau, khususnya Pangkep, misalnya sop saudara dan ikan bakar.

Tak heran, jika dufan ala Mattampa yang akan memberikan kesan tersendiri menjadi alternatif utama masyarakat Kabupaten Pangkep dan daerah sekitarnya seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros dan Barru. Termasuk Anda semua tentunya

KESEJUKAN PEMANDIAN ALAM OMPO

Sejak seminggu terakhir ini, koneksi internet di tempat saya agaknya lagi trouble…. Biasanya pada waktu pagi sampai jam sepuluh, Alhamdulillah koneksi agak lumayan, tapi setelah itu……., koneksinya kabur entah kenapa.

Para pengusaha warnet banyak yang mengeluh,………….. termasuk saya tentunya. Meskipun saya bukan pengusaha warnet, tetapi sebagai salah seorang penghasil devisa buat warnet yang berada di samping rumah…… saya hanya sempat posting sebelum ngajar di sekolah.

Saya jadi merasa tidak enak pada teman2 semuanya yang rajin berkunjung dan koment di blog aku. Insya Allah setelah koneksinya bagus, saya akan berkunjung ke rumah sahabat semuanya.

Untuk mengisi waktu luang di sore hari yang biasanya saya gunakan untuk BW, maka saya kembali ke kebiasaan lama saya yaitu mancing bersama si kecil.

Tempatnya tidak begitu jauh dari rumah, hanya sekitar 4 kilometer, namanya Waduk Ompo…

Waduk ini termasuk dalam daerah pemandian Alam Ompo yang akan saya bahas dalam postingan ini.

Permandian alam Ompo, merupakan permandian alam yang mengundang sejuta keindahan. Bersama-sama keluarga anda dapat menikmati suguhan alam yang khas kesejukan dan keindahannya.

Kota Soppeng memiliki tempat-tempat wisata yang selain pemandangan alam perbukitannya yang indah, juga memiliki permandian alam dari mata air yang sejuk dan segar seperti permandian alam Ompo. Untuk menuju Obyek wisata ini, jarak tempuhnya sekitar 175 Km dari kota Makassar.

Permandian alam Ompo ini merupakan salah satu obyek wisata yang sangat asyik untuk dikunjungi, utamanya jika rekreasi bersama-sama dengan keluarga dan handai taulan terdekat. Permandian alam yang terletak di kelurahan Ompo, Kecamatan Lalabata, dapat ditempuh dengan jarak 3 km sebelah utara kota Watansoppeng ibu kota kabupaten Soppeng.

Wisata permandian ompo, sangat dikenal memiliki kejernihan yang tidak ada duanya di kabupaten Soppeng. Selain dingin juga dikenal karena kesegarannya, hingga oleh sebagian masyarakat Soppeng, dijadikan sebagai sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan meraka sehari-hari, dan serta merta dijadikan lahan bisnis yang diolah menjadi air kemasan oleh beberapa perusahaan swasta.

Masuk di area tempat permandian alam Ompo, pengunjung diharuskan merogoh kantong yang terbilang cukup murah. Berkisaran Rp5000 untuk dewasa, dan Rp3500 untuk anak-anak. Dengan tiket seharga itu, setiap pengunjung sudah bisa mandi sepuasnya dan dapat menikmati berbagai fasilitas yang berada dalam kawasan permandian alam Ompo tanpa dipungut biaya.

Saat berada di area obyek wisata permandian alam ompo, yang selalu penuh pengunjung pada hari-hari libur nasional dan hari raya ini, pengunjung akan melihat aneka ragam pohon yang rindang dan teduh diseputaran permandian, yang akan membawa pengunjung lebih dekat dengan nuansa alam pedesaan yang asri dan rimbun.


Selain itu dalam kawasan, juga terdapat area yang sangat luas, cocok dijadikan sebagai tempat perkemahan dan berlaga dengan motor Cross, buat anda yang menyukai tantangan di alam bebas. Jadi bukan hanya permandian alam saja yang dapat anda saksikan di sini tapi dalam kawasan ini juga, terdapat sebuah danau buatan yang sangat luas, yang bisa digunakan sebagai arena bermain perahu dan memancing ikan air tawar ramai-ramai dengan keluarga. Disinilah tempat saya refreshing bersama si Kecil.


Fasilitas yang tersedia di area ini bersifat umum, mulai dari fasilitas kamar mandi umum, Musolah, cafe, warung makan dan area parkir yang luas sehingga anda tidak perlu takut akan keselamatan kendaraan anda. Juga tersedia beberapa pendopo-pendopo dan gazebo untuk berteduh sambil menikmati kesejukan alam sekitar per Untuk akses jalan kemandian ompo. Obyek wisata permandian alam ompo, kondisi jalannya sangat baik dan beraspal, hingga muda di lalui kendaraan termasuk kendaraan roda empat.

Dan kedepannya fasilitas pelayanan yang ada di permandian alam ompo ini, rencana akan di tingkatkan sehingga dipastikan kawasan permandian ini akan lebih menarik dan makin diminati wisatawan domestik yang berada di luar dari kabupaten Soppeng, termasuk yang ada di perkotaan. Dan menurut masyarakat yang berada disekitar permandian alam Ompo, permandian ini dipercaya dapat mendatangkan jodoh, setelah mandi di permandian ini.

Ada yang berminat datang,……. hubungi saya, entar saya yang jadi pemandu……..

DANAU TEMPE YANG MEMPESONA

DANAU TEMPE

Danau Tempe adalah salah satu obyek wisata di Sulawesi Selatan yang banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Danau yang luasnya 13.000 hektar ini, jika dilihat dari ketinggian tampak bagaikan sebuah baskom raksasa. Danau ini menjadi sumber penghidupan, mencari ikan, tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Wajo, tapi juga sebagian masyarakat Kabupaten Soppeng (tempat saya bermukim) dan Sidrap. Disepanjang tepi danau, tampak perkampungan nelayan bernuansa Bugis berjejer menghadap ke arah danau.

Danau Tempe merupakan penghasil ikan air tawar terbesar di dunia, karena dasar danau ini menyimpan banyak sumber makanan ikan. Selain itu, danau ini juga memiliki spesies ikan tawar yang tidak dapat ditemui di tempat lain. Hal ini diperkirakan karena letak danau ini berada tepat di atas lempengan Benua Australia dan Asia.

DANAU TEMPE
Ditengah-tengah Danau Tempe, tampak ratusan rumah terapung milik nelayan yang berjejer dengan dihiasi bendera yang berwarna-warni. Dari atas rumah terapung itu, wisatawan dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama, serta menyaksikan beragam satwa burung, bunga-bungaan, dan rumput air yang terapung diatas permukaan air. Di malam hari, para pengunjung dapat menyaksikan indahnya rembulan yang menerangi Danau Tempe sambil memancing ikan.

DANAU TEMPE
Disetiap tanggal 23 Agustus diadakan festival disebut Maccera Tappareng (mensucikan danau) yang ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh ketua nelayan setempat. Dalam acara ini, para pengunjung dapat menyaksikan berbagai atraksi wisata yang sangat menarik, seperti lomba perahu tradisional, perahu hias,permainan rakyat (misalnya, lomba layangan), pemilihan ana? dara(gadis) dan kallolona (pemuda) Tanah Wajo, padendang (menabuh lesung),pagelaran musik tradisional dan tari bissu yang dimainkan oleh para waria, dan berbagai pagelaran tradisional lainnya.

DANAU TEMPE
Pelaksanaan festival ini dimaksudkan agar nuansa kekeluargaan dan persatuan antar sesama nelayan tetap terjaga dengan prinsip ?3-S?,yaitu Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi (saling menyegani, salingmenasehati, dan saling menghargai). Dengan menyaksikan festival ini,para pengujung dapat mengetahui tentang kebudayaan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, khususnya Bugis Wajo.

DANAU TEMPE
Danau ini terletak 7 km dari Kota Sengkang, ibukota Kabupaten Wajo.Untuk mencapai tempat ini, dari Kota Sengkang ke Sungai Walennae dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan mobil pete-pete(mikrolet). Dari Sungai Walennae menuju ke Danau Tempe ditempuh selama 30 menit dengan menggunakan perahu motor atau katinting, denganbiaya sekitar Rp. 50.000,- hingga Rp. 75.000,- per-orang.