Arsip Blog

6 TIPE ISTERI

“Ada uang Abang disayang, tak ada uang Abang ditendang”.
Sindiran dari lagu Lucy Rahmawati diatas nampaknya masih relevan. Banyak menghiasi ketika rumah tangga diterpa angin, apalagi puting beliung, bisa-bisa meluluhlantakkan rumah tangga.

Seorang isteri akan menyayangi suami, ketika kantongnya tebal. Sebaliknya, akan menjadi bencana bila tongpes alias kantong kempes apalagi bila kanker alias kantong kering, suami baru boleh pulang kalau kantongnya sudah tebal. Busyet dah………

Tidak sedikit pula seorang isteri memperlakukan mertua beda dengan orangtuanya sendiri. Ketika seorang suami dituntut untuk berbakti kepada kedua orang tua. Pada saat yang sama, ada saja isteri yang mengusik mertuanya.

Pada kasus lain adalah cemburu yang berlebihan sehingga mengubah kehidupan keluarga tak ubahnya neraka yang mengerikan. Perkara sepele, misal suami menghapus SMS atau menerima telepon dengan suara pelan. Sampai dengan kebiasaan suami bepergian keluar kota pun dicurigai karena ada persinggahan baru. Padahal tak tampak sedikitpun dari suami tanda-tanda adanya wanita idaman lain atau WIL.

Dari survey yang dilakukan oleh Team Majalah Nabila yang menjadi sumber rujukan menulis postingan ini, dari beberapa orang isteri yang tersebar dibeberapa kota besar di Indonesia sebagai sampel, dapat disimpulkan bahwa ada 6 (enam) tipe isteri, yaitu :

Pertama, Isteri yang bertipe dominan. Tipe ini mempunyai kecenderungan mengatur suami, andil yang sangat besar dalam proses pengambilan keputusan rumah tangga, dalam hal pendidikan anak pun isteri dominan, misalnya saja dalam memilih sekolah.

Kedua, Isteri yang bertipe penurut. Tipe ini cenderung istilah orang Sunda kumaha suami wae, tidak banyak menuntut atau istilah jawanya nrimo , dan kendali rumah tangga sepenuhnya berada di pihak suami, hormat pada suami dan menariknya lagi, isteri penurut sangat menghargai jerih payah suami, care dan sayang.

Ketiga, Isteri yang bertipe pembangkang. Tipe ini biasanya walau tidak semuanya dicirikan oleh isteri yang punya penghasilan sendiri, sangat terbuka terhadap gaya hidup baru, mempunyai pengalaman masa lalu yang buruk seperti pendidikan orangtua yang sangat keras dan kasar atau faktor turunan dan maunya menang sendiri.

Keempat, Isteri yang bertipe lapang dada. Isteri yang bertipe ini paling enak. Ia mudah memaafkan bila suami berbuat salah, nrimo baik buruknya perlakuan suami, terlibat aktif bersama suami dalam suka dan duka, tidak banyak protes atas nafkah yang diberikan suami, penyabar dan tidak banyak menuntut.

Kelima, Isteri yang bertipe pencemburu. Tipe ini memang bumbunya percintaan. Hubungan suami isteri tanpa adanya rasa cemburu bagaikan sayur tak bergaram. namun, jadi masalah bila cemburu itu kebablasan atau kata orang cemburu buta. Cemburu buta akan menyalakan buruk sangka dan keraguan sehingga akan mengubah kehidupan suami isteri tak ubahnya neraka yang mengerikan.

Keenam, Isteri yang bertipe penuntut. Tipe ini biasanya cenderung tenggelam dalam khayalan yang berlebihan dalam menuntut kesempurnaan, serba mudah seolah hidup ini tanpa beban dan rintangan, mudah terpengaruh oleh gaya hidup glamour baik yang dipertontonkan melalui media maupun para tetangga atau teman, dan payahnya lagi, isteri penuntut ternyata kurang menghargai dan menghormati suami.

Dari keenam tipe ini, ternyata sangat susah bila isteri mempunyai tipe yang sama dengan suaminya. Sebut saja isteri dominan yang ternyata suaminya juga bertipe dominan. Kita tidak bisa membayangkan bila isteri bertipe pembangkang bertemu dengan suami yang juga bertipe sama. Demikian juga bila suami isteri sama-sama bertipe pencemburu. Kecuali bila keduanya bertipe penurut atau lapang dada, tentu saja rumah tangga terasa adem ayem.

Kendati demikian, segala suatunya dengan saling pengertian semua tipe di atas bukanlah sebuah harga mati yang tidak dapat diubah.

“Sesuatu yang paling agung adalah wanita yang membesarkan sifat kemanusiaan seseorang dan bukan membesarkan sifat kebinatangannya. Sekalipun ini dipandang oleh banyak orang sebagai keindahan, tapi hakikatnya adalah keburukan. Karena itu, terangnya lagi, orang yang memiliki keimanan yang benar hendaklah hidup pada apa yang baik bagi manusia dan bukanlah yang disepakati oleh manusia” (ar-Rafi’i dalam Wahyu al-Qalam 2/251)

JUARA THE MASTER SEASON 3 ; RIZUKI, THE PRINCESS MAGICIAN

“DUEL FINAL SEASON 3”

Rizuki versus Bayu Gendeng!!
Pertama kali dalam sejarah The Master, seorang kandidat wanita melaju ke babak final. Dua kekuatan berbeda yang luar biasa akan menjadi duel yang paling ditunggu-tunggu oleh pemirsa. The Princess Magician bertarung melawan Psycho Magician.

Malam Duel Final live dari Integrity Convention Center, MGK Kemayoran dibuka dengan aksi parade kekuatan para Master. Sebagai pembuka, Master Deddy Corbuzier membengkokkan linggis hanya dengan konsentrasi pikirannya. ”Jika Anda menganggap kekuatan Limbad hebat, Anda harus melihat ini.” ujar Deddy.

Masing-masing dari mereka memainkan 2 permainan yang sangat spektakuler. Untuk permainan pertama, Rizuki menunjukkan sesuatu yang belum pernah dimainkan oleh magician di Indonesia, Levititation. Efek melayang akan dilakukan oleh Rizuki seperti yang pernah dilakukan David Copperfield. ”Memainkan sesuatu yang pernah dimainkan oleh David Coperfield merupakan hal yang tidak mudah. Penampilan ini sengaja saya simpan untuk final.” Di permainan kedua, Rizuki bermain dengan banyak efek illusi dan kecepatan tangan, dengan memunculkan merpati warna-warni yang ditutup dengan aksi memunculkan Limbad di atas panggung yang disambut dengan aplous meriah penonton.

Bayu Gendeng pun memainkan trik tak kalah menariknya. Jika sebelumnya masyarakat Indonesia sudah pernah mendengar permainan Bambu Gila, kali ini Bayu mengambil nama Bambu Gendeng. 6-8 orang dipanggil untuk memegang sebuah balok bambu, sebuah balok bambu biasa yang digunakan sehari-hari. Lalu orang-orang ini dibuat kewalahan karena harus mengontrol sebuah bambu. Bagaimana bisa? ”Namanya juga Bambu Gendeng,”kelakar Bayu Gendeng. Pada permainan kedua, Bayu mengajak kita semua untuk mengenal lebih dekat kuliner dari Dunia Gendeng. Bak seorang chef ternama, Bayu memasak nasi goreng Namun, bukan Gendeng namanya kalau hanya memasak nasi goreng biasa.

Untuk lebih menambah cita rasa nasi goreng buatannya, tanpa menggunakan alat apa pun Bayu langsung memasukkan tangannya ke dalam penggorengan yang panas untuk menumis bumbu, menggoreng telur & mengaduk masakan. Hasilnya diserahkan langsung ke tim penilai Melisa Karim yang justru memanggil Master Limbad untuk menikmatinya, tak ayal lagi Master Limbad langsung mengunyah bumbu nasi goring tersebut yang berupa beling bersama si Gendeng.

Antara penampilan pertama dan kedua masing-masing finalis magician, tampil selingan Master Tarno dan Master Joy Sandy dan tidak ketinggalan pesan sponsor dari Master Dedy.

Meskipun poling sms pertama adalah 49,72% untuk Rizuki dan 50,28% untuk Bayu Gendeng, namun di akhir acara poling sms berubah drastis menjadi 63,04% untuk Rizuki dan 36,96% untuk Bayu Gendeng. Tentunya Dark Angel menarik Jubah Bayu Gendeng, dan Rizuki tampil sebagai Juara The Master Season 3.

Dan untuk minggu depan Rizuki akan melawan juara The Master season 4 untuk meraih gelar The Master sulap Indonesia. Kandidat The Master season 4 sepertinya hebat-hebat. Semoga The Master season 4 juga seru. Oh iya, ada The Master junior RCTI, tentunya akan menawarkan aksi yang tidak kalah serunya, The Master Junior RCTI akan tayang mulai besok dan setiap Minggu di RCTI pukul 17.30 WIB.  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>

MEMPERINDAH KEPRIBADIAN WANITA

Kejahatan seks merupakan kendala yang tak pernah berakhir sejak seks terekspose sebagai sesuatu yang menggebrak birahi manusia di marcapada.
Getar seks yang langsung dipancarkan tanpa tedeng aling-aling oleh giurnya tubuh wanita tak ayal lagi bisa menjelmakan khayal yang bukan-bukan di benak para pria alim sekalipun, termasuk saya. Lebih-lebih lagi di benak seorang pria yang berjiwa binal.


Seks, tak ayal lagi, merupakan anugerah Allah yang tiada duanya dalam pengembangan hidup ini. Namun, andailah anugerah seks tersebut tak ditempatkan pada tempatnya yang layak, dalam arti terlampau dihambur-hamburkan melewati batas hukum-hukum Allah sendiri, maka keindahan seks itu tidak sedikit yang membuahkan tindak kejahatan.
Tindak kejahatan sebagai suatu kebrutalan nafsu dalam melampiaskan seks itu sendiri, bahkan kejahatan lain sebagai dampak dari kehausan seks yang tiada batas, sebagai dorongan berkat terlampau terbukanya berbagai ransangan seks dari sosok yang bahenol nerkom.

Atas dasar kenyataan itulah, maka Allah SWT menurunkan ayat yang berhubungan dengan penjagaan diri terhadap gejala kejahatan seks tersebut, dari mulai tata etik dalam mensyukuri nikmatnya berupa anugerah indera mata, saling mengekang nafsu birahi antarjenis (pria-wanita), hingga perintah dibatasinya ransangan-ransangan seks di muka umum yang dalam hal ini menutup ketat aurat kaum wanita terhadap tatapan lawan jenisnya yang bukan muhrim. Sesuai dengan surat An-Nur ayat 31, yang artinya:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Diturunkan-Nya ayat ini bukanlah semata-mata karena Tuhan tidak berlaku adil terhadap kaum hawa. Justru ayat ini turun disebabkan oleh kemahaadilan Tuhan juga, yang menganugerahkan kelebihan keindahan tubuh bagi makhluk-Nya yang berjenis kelamin perempuan sambil tak lupa memberikan pedoman pemeliharaan dan penjagaan terhadap anugerah keindahan itu agar nilai keindahan yang haqiqiahnya tidak menjadi vulgar.

Tubuh wanita yang secara fisis merangsang pria itu diwajibkan ditutup (dikamuflase) dari bentuknya yang asli sehingga penampilan wanita di muka umum bukan lagi sekadar merupakan ’bulan-bulanan pandang’ yang murah meriah, melainkan lebih merupakan penampilan yang indah dan agung, yang menyuasanakan kehalusan rasa hormat antarjenis.

Dan andailah suasana jiwa yang halus dan penuh rasa hormat itu bisa dihadirkan oleh setiap wanita yang tampil di muka umum, maka wanita akan menjadi tiang keajegan moral manusia. Para wanita tidak lagi diincar guna menjadi santapan yang murah bagi keangkaramurkaan nafsu birahi pria, tetapi lebih merupakan kehadiran ’nilai’ yang mengimbangi kekosongan jiwa, yang getar indahnya meresonansi lubuk jiwa yang paling dalam dimana cikal bakal rasa kasih antar jenis pertama kali berakar dan tumbuh.