Arsip Blog

FILM MANOHARA : "Prahara Cinta Sang Pangeran"

Manohara Odelia Pinot tidak henti-hentinya membuat sensasi, mumpung lagi tenar kali yah… kesempatan digunakan sebesar-besarnya untuk meraup rupiah. Jadi pemain sinetron, jadi pendukung salah satu capres, jadi model video klip, jadi bintang sinetron dengan honor tinggi dan kini giliran layar lebar yang dirambah dan sedang melalui proses penggarapan.

Kisah cinta Manohara dan Tengku Fakhry yang menuai prahara dan kontroversi, akhirnya difilmkan. Seorang produser bernama Soultan Saladin, merasa tertarik untuk membeberkan kisah ini secara obyektif melalui layar lebar.

Soultan Saladin merasa kisah yang digembar-gemborkan selama ini cenderung memojokkan Tengku Fakhry. “Saya ingin orang melihatnya secara obyektif, tidak pada kejelekan satu orang saja,” kata sang produser.

Saat diberi tahu soal film ini, Tengku Fakhry tak menduga kalau ada orang Indonesia yang masih mau melihat sisi baik dirinya.

“Dia (Tengku Fakhry) malah nanya, apa nggak salah? Saya kira orang Indonesia semua mau bunuh saya,” kata Saladin yang menirukan komentar Fakhry.

Jika di sinetron Manohara, terkesan memojokan Tengku Fakhry dengan kisah penganiayaannya, Saladin justru melihat Tengku Fakhry dari sisi yang berbeda. “Saya tidak ingin menghakimi secara sepihak, seperti sinetron-sinetron yang sudah tayang tentang Manohara selama ini,” tandas Saladin.

Untuk membuat dan merealisasikan film ini, Saladin merasa sulit mendapatkan investor. “Banyak yang sudah mau jadi investor, tapi mereka mundur teratur karena takut diancam,” kata sang produser.

Menurut Saladin, Fakhry juga bilang,”Ya Allah ya Robbi, justru yang disiksa itu saya, hati saya yang disilet-silet, begitu cinta saya sama dia (Manohara), tapi balasannya malah difitnah.”

Saladin yang mengikuti cerita Manohara dan Fakhry dari awal, melihat sisi lain dari seorang Tengku Fakhry.

Saladin mengatakan,” Tengku Fakhry memberi dukungan penuh untuk film ini. Kami, para kru diberi kesempatan untuk melihat istana Kelantan dan mengambil gambar ruang dalam rumahnya, kamar tidur Manohara dan Fakhry serta seluruhnya. Kami juga diijinkan untuk mewawancara tukang kebun dan pengawal pribadi Fakhry.”

Film yang berjudul “Prahara Cinta Sang Pangeran” ini rencananya akan tayang bulan Desember mendatang.

Sumber : showbiz.vivanews.com

Iklan

MANOHARA ODELIA PINOT, MAIN SINETRON

Kehebohan tak habis-habisnya dibuat oleh Manohara Odelia Pinot. Kasus KDRT yang menimpanya belum menemukan titik terang , kini ia dikabarkan akan main sinetron untuk sebuah rumah produksi. Bayarannya sungguh fantastis, gosipnya mencapai Rp 2,5 M. Benarkah?

Rumah produksi SinemArt yang disebut-sebut rela membayar Rp 2,5 miliar untuk Manohara main dalam 25 episode sinetron. Itu artinya, untuk main satu episode sinetron, Manohara dibayar Rp 100 juta.

Saat dikonfirmasi mengenai gosip tersebut, Abdul Aziz humas dari SinemArt membantahnya. “Nggak lah, nggak masuk akal angkanya,” jelasnya saat dihubungi detikhot melalui telepon Selasa (9/6/2009).

Menurut Aziz, Rp 2,5 miliar terlalu besar untuk membayar seorang Manohara. Biasanya jumlah sebanyak itu adalah ongkos produksi untuk membuat satu buah sinetron.

Ditegaskan Aziz, sampai saat ini pihak SinemArt belum melakukan perjanjian apapun dengan Manohara. Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan untuk rumah produksi tersebut mengajak Manohara main sinetron.

Sumber :
1. http://www.detikhot.com
2. http://www.youtube.com

PRITA MULYASARI, MANOHARA ODELIA PINOT WANITA-WANITA SIMBOL TONGGAK PERADABAN.

Manusia menaiki kendaraan zaman. Ketika kendaraan itu tengah bergerak, ia tidak boleh melalaikan kemudinya barang sejenakpun.

Mereka yang banyak berbicara mengenai perubahan-perubahan zaman sehingga melalaikan kemudinya, telah melupakan peranan efektifitas manusia.

Keadaannya seperti seorang penunggang kuda yang membiarkan dirinya dibawa lari oleh kuda tunggangannya tanpa ia mampu mengendalikannya.

Seiring dengan semakin membanjirnya penemuan-penemuan baru yang dihasilkan pada setiap masa, atas dorongan dan kecenderungan ilmiah, moral, rasa estetika dan religiusitasnya, manusia berada dalam pengaruh egoisme, ambisi, sensualitas, dan keserakahan akan harta kekayaan dan kenikmatan hidup. Sebagaimana pula ia berhasil membuat penemuan-penemuan baru sehingga memberi banyak kemudahan dalam cara hidup, manusia tidak bisa menghindar dari kekeliruan-kekeliruan.

MANOHARA ODELIA PINOT dan PRITA MULYASARI Dua sosok wanita telah menjadi korban kekeliruan itu,……………………………………………………………………….

MANOHARA ODELIA PINOT model cantik berusia 17 tahun ini, sebulan terakhir menjadi fokus berita media cetak dan elektronik sehingga menjadi materi perbincangan mulai dari pos ronda sampai seminar di Hotel berbintang, mulai dari kelompok anak batita sampai kalangan kakek-nenek. Kisah tiga serangkai ANTASARI AZHAR, RANI JULIANI dan NASRUDDIN seakan hilang ditelan kepopuleran MANOHARA.

Namun dari komentar beberapa teman mengatakan ” Apalah arti dari sebuah kepopuleran bila jalan yang harus dilalui berawal seperti itu”

Lain halnya dengan Ibu PRITA MULYASARI, yang menulis curhatnya melalui E-Mail ke seorang teman tentang peristiwa yang dianggapnya sebagai kasus Mall Praktik dari Sebuah Rumah Sakit berstatus International yang akhirnya membawa Ibu PRITA ditahan selama 20 hari sebelum status tahanannya berubah menjadi tahanan kota dengan dakwaan pasal yang berlapis. Adapun isi dari E-Mail pembawa bencana tersebut adalah KLIK DISINI

Saya membuat postingan ini sebagai salah satu bentuk dukungan buat Ibu PRITA MULYASARI, kalaupun dinilai ikut-ikutan terserah dari para pembaca untuk menyikapinya.

Prita Mulyasari didakwa bersalah melanggar Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 ayat (1) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Selain itu Prita juga dikenakan Pasal 310, 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman 1 tahun 6 bulan.

Aktivis dunia maya yang direncanakan akan hadir pada sidang perdana ternyata tak tampak seorangpun. Sebelumnya ramai diberitakan melalui milis, blog dan facebook ajakan bagi para blogger untuk turut hadir dalam sidang Prita sebagai wujud simpati terhadap apa yang dialami oleh ibu dua anak ini.

Sampai sidang berakhir tidak terlihat aksi dari para blogger, yang terlihat hanya aksi dari Komite Pembela Kebebasan Berpendapat, mereka menggelar aksi di dalam lingkungan PN Tangerang, Jl TMP Taruna, Kamis (4/6/2009). detiknews.com

Sidang Prita akan dilanjutkan pada Kamis 11 Juni 2009 dengan agenda eksepsi.

Namun terlepas dari semua itu mungkin lebih baik kita cukup memberi dukungan moril berupa Do’a semoga Ibu Prita dapat menjalani semuanya dengan hati yang tabah. Dan kita petik pembelajaran berharga dibalik semua peristiwa tersebut.

KRONOLOGIS PELARIAN MANOHARA ODELIA PINOT

Manohara Odelia Pinot menjadi berita hangat di semua Koran dan saluran televisi, permintaan wawancara secara Live maupun tayang ulang atau permintaan foto tidak henti2nya datang sehingga pihak keluarga Manohara merasa kewalahan, namun Mano sendiri berusaha melayani semuanya dengan senyum.

Kedatangan Mano ke Indonesia sempat mengundang kontraversi tentang tidak adanya kepedulian pihak KBRI, namun terlepas dari semua itu sebaiknya kita menyimak kronologis berikut.

Pelarian model cantik berdarah Bugis-Perancis, Manohara Odelia Pinot, dari keluarga Kerajaan Kelantan di Singapura melibatkan agen khusus federal Amerika Serikat (AS), FBI.

“Kita meminta bantuan FBI, Kedutaan Besar (Kedubes) AS, serta KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia). Mereka banyak membantu hingga Mano bisa pulang ke Indonesia,” kata pengacara keluarga Manohara, Yuli Andre Darma, Minggu (31/5).
Manohara kabur saat berada di Royal Hotel Singapura, Sabtu (30/5). Dia berada di Negeri Singa itu bersama suaminya Tengku Muhammad Fakhry untuk menemani mertuanya, Sultan Kelantan, Malaysia, yang sedang menjalani perawatan kesehatan.

Sebelumnya, ibu Manohara, Daisy Fajarina, melaporkan putrinya yang menikah dengan putra mahkota Kesultanan Kelantan diperlakukan tidak manusiawi.

Manohara yang berayah pria asal AS ini mengaku sering dijadikan objek kekerasan seksual, termasuk disileti. “Kalau berita soal saya disileti, itu benar,” kata Manohara di rumah ibunya di bilangan Slipi, Jakarta Barat, kemarin.

Sejak Maret lalu, Daisy melakukan berbagai upaya untuk bertemu dengan anaknya namun tidak membuahkan hasil, hingga dia berkesempatan menemui anaknya di Singapura.
“Tidak ada lagi yang bisa saya ucapkan selain bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada semua pihak yang membantu membebaskan anak saya,” kata wanita asal Sulawesi Selatan (Sulsel) berdarah Enrekang-Luwu ini.

Di Makassar, keluarga Manohara juga menyambut gembira kepulangan foto model remaja berusia belia itu. Nenek Manohara (ibunda Daisy), Nurul Achmad, mengaku bersyukur sang cucu sudah bisa berkumpul dengan ibunya.
“Saya tidak bisa berkomentar banyak. Kita sudah dengar dan lihat beritanya. Maaf, saya tidak mau banyak dipublikasikan. Kami semua bersyukur akhirnya Mano bisa pulang,” katanya.

Sebelumnya, Nurul juga bermaksud bertemu dengan cucunya itu di Malaysia. Namun, seperti dengan Daisy, Nurul juga dicekal saat berada di Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA), Februari lalu.

Menurut Yuli Kedubes AS dilibatkan untuk membebaskan Manohara karena dua juga memegang paspor warga negara adidaya itu karena ayahnya, George Mann, berkebangsaan AS. Keluarga dan tim pengacara berkoordinasi dengan Kedubes AS dan KBRI Singapura setelah mendapat informasi dari orang dalam Kesultanan Kelantan bawha Manohara akan ke Singapura.
Tim pengacara dan Daisy awalnya akan ke Singapura, Kamis (28/5) pekan lalu. Namun rencana tersebut bocor di lingkutan Istana Sultan Kelantan.

Daisy dan pengacaranya kemudian menunda rencana tersebut. “Agar tidak mencolok Ibu Daisy dan kakaknya Dewi Sari saja yang berangkat ke Singapura pada hari Jumat (29/5). Namun kita tetap nerkoordinasi dengan Kedubes AS dan KBRI,” ujar Yuli.

Manohara pun bertemu Daisy di Royal Plaza Hotel Singapura. Dia berhasil kabur setelah menekan tombol emergency di lift hotel saat dipaksa pihak Kesultanan Kelantan untuk dikunci di ruangan raja di lantai tiga.

Polisi Singapura kemudian berdatangan menolong Mano. Sempat terjadi ketegangan antara polisi dengan keluarga Sultan Kelantan, termasuk suami Mano.
Polisi Singapura kemudian mempertemukan kedua pihak, Daisy dengan suami Mano disaksikan utusan KBRI dan Kedubes AS. Saat itu, Mano diberi pilihan, mengikuti suaminya atau mengikuti ibunya.

Mano kemudian memutuskan mengikuti ibunya dan polisi mempersilakan Mano ikut dengan ibunya. Selanjutnya, polisi bersama KBRI dan Kedubes AS mengatur pemulangan Mano dan Daisy ke Jakarta.

Daisy bersama putrinya terbang dari Bandara Internasional Changi Minggu pagi menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Selama berada di dalam pesawat, Mano mendapat perhatian penumpang dan kru pesawat.

Bahkan, dia menjadi ajang rebutan foto bareng. Sepanjang penerbangan, Mano terlihat ceria dan melayani semua permintaan foro. Beberapa kali dia terlihat berjingkrak karena gembira.

Daisy punya cerita sendiri mengenai upaya membebaskan anaknya dari cengkeraman putra Kesultanan Kelantan. Wanita Bugis ini sempat bersitegang dengan bodyguard (pengawal) Kesultanan Kelantan ketika hendak membawa Manohara meninggalkan Royal Hotel.
Daisy dan Dewi ke Singapura, Jumat (29/5). Dia berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Singapura untuk menemui tokoh Kesultanan Kelantan bernama Dato Kadar Shah yang berjanji menjadi mediator untuk menyelesaikan konfil mengenai Manohara.
“Saat bertemu saya Selasa (26/5), dia (Dato) mengatakan siap menjadi mediator untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia juga janji bakal mempertemukan saya dengan Manohara,” katanya.

Karena itu, Daisy menyebut penjemputan terhadap Manohara dilakukan tanpa sengaja. “Ini kebahagian kami, Manohara bisa kembali berkumpul di tengah-tengah keluarga lagi. Ini di luar perkiraan kami semua,” katanya.

Begitu sampai di Singapura, Daisy langsung menuju Hotel Royal. Sampai di lobi hotel, Daisy dihampiri seorang perempuan berkewarganegaraan Indonesia yang menanyakan apakah dirinya sedang mencari Manohara.
“Saya sempat terkejut, ketika ada perempuan bertanya kepada saya apa mencari Manohara. Padahal saya tidak kenal dia, kok tahu urusan saya,” terangnya.
Orang tersebut mengantarkan Daisy ke lantai tiga tempat Manohara menginap. Ternyata benar, begitu membuka pintu Manohara ada di kamar sendirian.
“Saya langsung cium tangan dia. Saya minta maaf, karena kesalahan saya yang membuat Manohara mengalami kejadian seperti ini,” katanya terbata-bata.
Pertemuan singkat tersebut, diikuti dengan tekad untuk kembali ke Indonesia. Daisy dan Manohara bergegas meninggalkan kamar untuk menuju Bandara Changi.

Namun, begitu ketika keluar dari kamar mereka dicegat bodyguard yang ditugaskan Sultan Kelantan mengawasi Manohara.
Manohara pun dibawa kembali ke kamar. Perang mulut dalam kamar tidak bisa dihindarkan. “Saat terjadi perang mulut itu, Manohara menangis dan teriak histeris. Dia tidak ingin ke Malaysia lagi,” katanya.

Manohara kemudian berlari ke lift. Dia menekan tombol alarm sehingga mengundang perhatian petugas keamanan hotel. Rupanya petugas keamanan hotel kemudian memanggil polisi yang mengambil keputusan menuruti kemauan Manohara. “Akhirnya tas berisi baju milik Manohara langsung dibawa polisi. Mereka mengantar kami sampai ke Bandara Changi,” urai Daisy.
Kesultanan Kelantan belum mengontak Manohara maupun keluarganya.
Departemen Luar Negeri (Deplu) RI mengirim stafnya ke Singapura untuk berkoordinasi dengan KBRI di sana terkait dengan pemulangan Manohara.
Juru Bicara Deplu, Tenku Faizasyah, mengatakan, KBRI di Singapura turut berperan memulangkan Manohara. Petugas KBRI membantu pengurusan administrasi Mano, agar bisa keluar dari negeri singa itu.

“Karena diurus administrasinya oleh KBRI di sana. Kalau nggak, ya tidak bisa keluar dia (Manohara),” katanya.

Kedatangan Manohara di Bandara Soekarno-Hatta disambut bagai pahlawan. Puluhan aktivis LSM Merah Putih yang selama ini menjadi pendamping ibu Manohara, ikut menjemput.
Setelah sampai di ruang kedatangan, Manohara disambut dengan pekikan merdeka. Dia juga diberi jaket dan topi bermotif loreng.

Manohara dan Daisy tidak langsung ke rumahnya di bilangan Slipi, Jakarta Barat namun ke sekretariat LSM Merah Putih di kawasan Petojo, Jakarta Pusat.

Bantahan tentang penyiksaan Manohara selama berada dalam lingkungan kerajaan banyak ditulis melalui sebuah blog. Silahkan lihat DISINI

Sumber : tribun timur.com

MANOHARA PINOT, RANI JULIANI, DAN WANITA-WANITA SIMBOL TONGGAK PERADABAN

Manohara Odelia Pinot Dan Rani Juliani dua nama yang berbeda, dua sosok yang berbeda, dua kasus yang berbeda tetapi memiliki satu persamaan yaitu namanya melejit dan terkenal bagai roket dari media dengan kisah yang dibawanya..bisa menjadi berita hangat serta gosip panas di Indonesia tercinta ini dan menjadikan nama mereka populer .


Dua sosok wanita ini menjadi pembicaraan dan menjadi artikel ribuan situs di internet, termasuk Blog saya tentunya.

Pembahasan berikut bukanlah merupakan lanjutan dari kisah di atas, namun sedapat mungkin dapat menjadi pencerahan bagi para wanita khususnya, agar kasus yang serupa tidak akan terulang lagi.

Dirimu adalah wanita hamba Allah, yang tercipta dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok. Engkau memiliki karakter kehalusan dan kelembutan yang mendominasi kehidupanmu.
Maka apa yang ada dalam dirimu harus kau jaga, karena itulah fitrahmu.
Namun juga perlu engkau ketahui bahwa Islam telah memuliakanmu dengan memberikan perhatian serius akan eksistensi dirimu. Bahkan saking seriusnya para ulama menulis buku khusus untukmu, fiqih wanita.
Mengapa ? karena di satu sisi engkau adalah salah satu pilar penegak ummat dan di sisi lain engkau adalah penghuni mayoritas di dalam neraka. Itulah peranmu yang sedemikian besar bagi ’hitam putih’nya peradaban manusia.
Orang-orang terkadang memandang keberadaanmu, Wahai wanita, dengan aneka macam. Mereka memandangmu dengan dholim, tidak adil, tidak proporsional.
Ada yang menghinakanmu, yaitu menganggap dirimu hanyalah sebagai pelayan laki-laki. Ada juga yang mendewakanmu, memuja dan memujimu, untuk kemudian pada akhirnya juga hanya sebagai pelampiasan untuk memuaskan nafsu syahwat. busyet dah .
Bahkan ada juga yang menyamaratakanmu dengan laki-laki, padahal jelas berbeda antara wanita guna ’menuntut’kan sebagian hakmu. Ini sebenarnya hanyalah sebagai kedok belaka untuk meng’goal’kan gagasan dan pemikiran mereka yang keluar dari fitrah, dari Islam.
Satu propaganda manis mereka tawarkan untuk mengelabuimu dan merusak citra dirimu. Dibungkus dengan kata-kata manis ’emansipasi’ atau dengan propaganda ’feminisme’ . Puncaknya adalah untuk menjauhkanmu dari Allah, Rabbmu dan Rabb kita semua.
Barang siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Rabbnya, demikianlah salah satu kata ungkapan Ali bin Abi Thalib RA. Berikut syair Nasri-i-Khusrau, yang dimuat dalam majalah ’Horison”,XIV/317 ;

Kenali dirimu
Kalau kau pahamidirimu sendiri,
Kau akan memisahkan yang kotor dari yang suci
Pertama. Akrablah dengan dirimu
Kemudian jadilah pembimbing seluruh lingkunganmu
Kalau kau kenal dirimu, kau akan mengetahui segalanya
Kalau kau pahami dirimu, kau akan terlepas dari bencana
Kau tak tahu nilaimu sendiri
Sebab kau tetap begini
Akan kau lihat Tuhan,
Kalau kau lihat dirimu sendiri

Langit yang tujuh dan bintang yang tujuh adalah budakmu
Namun, kasihan, kau tetap membudak pada ragamu
Jangan pusingkan kenikmatan hewani,
Kalau kau jadi pencari berkah surgawi
Jadilah manusia sejati
Tinggallah tidur dan pesta ria
Tempuhlah perjalanan batin seperti pertapa
Apa pula tidur dan makan-makan?
Itulah urusan binatang buas
Dengan ilmu jiwamu bertunas
Jagalah sekarang juga
Sudah berapa lama kau tidur?

Pandanglah dirimu sendiri
Kau sesungguhnya luhur
Renungkan, coba pikirkan dari mana kau datang?
Dan kenapa kau dalam penjara ini sekarang?
Jadilah penentang berhala bagai Ibrahim yang pemberani
Ada maksud kau dicipta serupa ini
Sungguh malu kalau kau telantarkan maksud penciptaanmu itu.

Ketika kaum wanita Barat menyerukan emansipasi, kaum wanita Timur terkejut dan terpana. Tanpa sadar mereka berucap ; ya emansipasi. Emansipasi macam apa? Emansipasi dalam pengertian bebas seperti pria dalam memperoleh pekerjaan dan uang, bukan mencuci, memasak, meladeni suami, dan mengurus anak. Ya, emansipasi seperti itu. Walaupun harus mengorbankan segalanya : naluri kewanitaan, suami, anak, rumah tangga? Tentu tidak. Tennyson, seorang penyair Barat, mengungkapkan itu dalam syairnya :

Bunga di sela tembok tua
Aku cabut kau dari sana,
Kugenggam kau di sini, sebagian dan semuanya,
Dalam tanganku
Bunga yang kecil, andaikan aku dapat mengerti
Apa sebetulnya kau, sebagian dan semuanya,
Aku akan tahu apa itu Tuhan dan manusia.

Dan wanita islam pun kini mirip dengan itu. Ketika ia tumbuh dalam lingkungan tradisi, dia tidak tahu bahwa di balik temboknya terbentang padang luas kebebasan dan pandangan yang jauh melayang. Lalu, tangan-tangan budaya Barat merenggut jiwa-jiwa mereka, mencabik-cabik pakaian Islam mereka. Mereka tak memiliki kekuatan apapun untuk menahannya. Karena mereka tidak tahu bahwa di balik tradisi ada nilai-nilai hikmah Islam yang terhalang, maka mereka tidak melihat alternatif lain, selain mengiakan tawaran Barat, sehingga mereka pun pada akhirnya turut mengecam Islam sebagai agama yang kuno dan kolot dan tidak memberi kebebasan. Padahal tradisi yang berkedok Islam itulah yang telah memasung mereka, dan bukan Islam.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW, bersabda,” Ada empat orang wanita yang paling mulia di dunia, mereka adalah Asiah isteri Fir’aun, Maryam ibunda Isa as, Khadijah dan Fathimah.

ASIAH, hidup bersama suaminya Fir’aun, namun wanita yang telah disebut dalam Al-Qur’an sebagai wanita yang beriman dan patut menjadi teladan bagi kaum wanita lainnya ini, tidak pernah sedikitpun beranggapan bahwa Fir’aun adalah tuhannya. Dan ia, dengan perasaan kewanitaanya yang halus, mengetahui semua permasalahan yang menjadi penyebab terbentuknya sifat-sifat buruk suaminya itu. Meski ia tak mampu mengubah keburukan-keburukan itu, namun ia tidak pula terhanyut kedalamnya.

MARYAM, seorang wanita yang telah mencapai derajat keimanan yang tinggi, sehingga malaikat sering mengunjunginya ketika ia sedang dalam kekhusukan ibadahnya, dan berbicara dengannya. Dia memperoleh rezekinya setiap hari dari sumber yang gaib. Ia telah mampu mencapai keridhaan ilahi sedemikian rupa sehingga mencengangkan seorang Nabi pengasuhnya, Zakaria as. Dia dipilih bagi kemujizatan Nabi suci Isa as yang lahir tanpa campur tangan seorang ayah, mujizat kedua setelah kelahiran Adam dan Hawa tanpa seorang ibu dan Ayah.

KHADIJAH, seorang wanita yang berjiwa besar menjadi tulang punggung dan pengobar semangat suaminya Nabiullah Muhammad SAW dalam setiap dakwahnya, yang dari rahimnya lahir seorang wanita mulia lainnya FATIMAH. Sosok ibu dan anak yang bergantian mendampingi Nabi Muhammad SAW, bahu membahu untuk menegakkan agama tauhid. Mereka hidup pada abad ketujuh Hijriah, sekitar empat belas abad yang lampau.

Masihkah ada sosok wanita seperti itu di jaman sekarang ini?

Sumber Bacaan :
Wanita Islam menjelang Tahun 2000, Ibnu Musthafa.