Arsip Blog

KEUTAMAAN MENATA HATI (2)

MENATA HATI

Bila hati kian suci, tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk, jadi makhluk terkutuk

Bila hati kian lapang, hidup sempit terasa senang
Walau kesulitan datang, dihadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit
Terasa terus menghimpit, lahir batin terasa sakit

Orang yang hatinya tertata dengan baik tak pernah merasa resah gelisah, tak pernah bermuram durja, tak pernah gundah gulana. Kemana pun pergi dan dimana pun berada, ia senantiasa mampu mengendalikan hatinya. Dirinya senantiasa berada dalam kondisi damai dan mendamaikan, tenang dan menenangkan, tenteram dan menenteramkan. Read the rest of this entry

KEUTAMAAN MENATA HATI (1)


Jagalah hati, jangan kau kotori
Jagalah hati, lentera hidup ini
Jagalah hati, jangan kau nodai
Jagalah hati, cahaya Illahi

Bila hati kian bersih, pikiranpun akan jernih
Semangat hidup nan gigih, prestasi mudah diraih
Namun bila hati keruh, batin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh, dengan Allah kian jauh

Alhamdulillah, hari ini saya agak pagi tiba di tempat tugas, disaat sang mentari masih enggan untuk menampakkan diri ataukah karena awan yang begitu tebal menghalangi semburat cahayanya. Semerbak harum bunga sedap malam seakan masih tersisa yang tergantikan oleh wangi melati yang lagi mekar berseri yang aromanya tercium oleh siapapun yang kebetulan lewat. Sementara titik-tik embun yang bergelayutan di ujung dedaunan mulai menangkap kilatan cahaya. Read the rest of this entry

SUAMI YANG MEMPESONA, WHY NOT ?

cincinMenjadi istri yang mempesona suami? Itu hal biasa yang telah banyak dibahas dalam berbagai literatur, kajian, diskusi dan kesempatan. Tetapi tahukah Anda wahai para suami, para istri juga menginginkan laki-laki yang mempesona sebagai suaminya.

Meski gambaran suami yang mempesona boleh jadi relatif, berbeda antara satu perempuan dengan perempuan lainnya, tetapi dapat dikatakan secara umum kaum perempuan membutuhkan pesona yang dapat lebih membuat mereka senantiasa mencintai suaminya.


Boleh jadi selama ini Anda para suami menyangka bahwa istri Anda mencintai Anda karena ia telah mendampingi, melayani, melahirkan dan mengasuh anak-anak Anda. Mungkin hal itu benar, tetapi untuk membuat perasaan istri Anda tidak berubah ia tetap selalu mencintai Anda dari waktu ke waktu dibutuhkan lebih banyak proses, perbuatan, tingkah laku yang semuanya bermuara pada satu titik bahwa Anda tetap mempesonanya, sehingga ia menganggap Anda layak untuk mendapatkan cintanya untuk selamanya.

Ada satu pelajaran yang menarik terutama untuk para suami dari kisah seorang perempuan yang mendatangi Rasulullah SAW untuk menceritakan, bahwa sekian lama berumah tangga ternyata perasaannya mengalami perubahan, ia tidak lagi bisa mencintai suaminya dan karena itu ia khawatir berbuat kekufuran.

Adalah istri Tsabit bin Qais bin Syamas (sahabat Rasulullah SAW) yang bernama Jamilah, ia mendatangi Rasulullah SAW untuk menceritakan perasaannya terhadap suaminya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak mencela agama dan akhlak Tsabit, tetapi aku khawatir jika hidup bersamanya aku berbuat kekufuran.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Apakah engkau hendak mengembalikan kebunnya?” (waktu itu mahar Tsabit adalah kebunnya). Jamilah menjawab, “Benar ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah mengutus seseorang kepada Tsabit untuk menyampaikan pesannya,”Terimalah kebun itu dan ceraikanlah dia.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas ra)

Nah, para suami, beberapa saran berikut ini dapat membantu Anda untuk menjadi pribadi yang mempesona dimata istri Anda:

Memperhatikan penampilan luar.
Tidak disangsikan lagi bahwa penampilan luar dapat membangkitkan pesona pada jiwa perempuan. Suami yang dapat menjaga kebersihan dirinya, rapi dan perlente umumnya lebih mempesona ketimbang suami yang jorok, lusuh dan kumal. Bukankah Rasulullah SAW bersabda bahwa kebersihan itu cabang iman? Umar bin Khattab ra pun pernah berkata, “Perempuan menyukai kalau suaminya berhias untuk dirinya, sebagaimana laki-laki suka istrinya berhias untuk dirinya.”

Tidak Kaku dan Monoton
Suami seperti ini selalu mau belajar memahami perasaan istrinya, punya banyak cara dan gaya dalam mengungkapkan perasaan cinta dan kasih sayang kepada istrinya, juga tidak enggan untuk menyatakan cintanya dengan kata-kata.

Terbuka
Suami seperti ini tidak enggan mengungkapkan harapan, keinginan dan perasaannya agar istri mengerti dan dapat melakukan hal yang sesuai dengan yang dikehendakinya. Ia bukan suami yang diam dan membiarkan istrinya dalam kesulitan menebak-nebak apa yang diinginkannya.

Matang
Kebanyakan perempuan ketika menikah menginginkan suaminya adalah orang yang siap melindungi, membimbing dan dapat menjadi tempat bersandar. Laki-laki yang matang seperti ini lebih mempesona perempuan dibanding yang kekanak-kanakan dan emosional.

Peduli dengan Keluarga
Adalah benar suami memiliki tanggung jawab dalam masalah nafkah, tetapi kesibukannya dalam pekerjaan atau hal lainnya tidak membuatnya menjadi orang yang acuh terhadap istri dan anak-anaknya. Ia mau menemani anak belajar dan tidak keberatan mengantar istrinya pergi menghadiri acara-acaranya.

Dapat Berbagi Rasa
Suami mempesona mau belajar bagaimana dapat ikut merasakan apa yang sedang dirasakan istrinya. Ia mau mendengar dengan penuh perhatian ketika istri sedang mengungkapkan permasalahannya, ikut merasakan kegelisahannya dan dapat membantu menentramkannya atau mengatasi permasalahannya. Ia adalah tempat curhat istrinya yang setia dan dapat dipercaya.

Mencintai Orang Tua, Saudara dan Kerabat Istri
Anda akan semakin mempesona istri Anda manakala Anda mencintai orang tuanya, menyayangi saudara-saudaranya dan bersikap baik kepada kerabatnya. Dan jika Anda senantiasa bersikap demikian maka percayalah iapun akan berusaha keras untuk mencintai orang tua Anda dan bersikap baik pada saudara dan kerabat Anda.

Jangan ragu dan gengsi untuk melakukan saran-saran diatas, mulailah sekarang juga maka Anda akan takjub mendapati limpahan cinta istri Anda yang seolah tanpa batas, karena begitulah sifat dan karakter perempuan, ia akan memberi lebih dari apa yang Anda berikan kepadanya!***


STEREOTIPE LAKI-LAKI

laki-laki
Perdebatan hebat di kalangan masyarakat bertumpu pada perbedaan persepsi dari segi sosial, intelektual, atau emosi antara lelaki dan perempuan. Perbedaan-perbedaan ini amat susah dihitung disebabkan alasan-alasan sains dan politik. Beberapa tuntutan stereotipe lelaki yang terkadang dikemukakan untuk perbandingan dengan perempuan adalah seperti berikut:

  • Lebih bersikap agresif dibandingkan perempuan. Bagaimanapun, dalam hubungan antarpribadi, sebagian besar penyelidikan mendapati bahwa keagresifan antara lelaki dan perempuan sama saja. Bagaimanapun, lelaki cenderung lebih agresif di luar rumah dan sebaliknya.
  • Lebih bersikap kompetitif, tetapi juga lebih keras kepala dibandingkan perempuan.
  • Mempunyai keyakinan diri lebih besar (malah terkadang sombong juga) dan mempertunjukkan kemahiran kepemimpinan yang lebih baik dibandingkan perempuan.
  • Lebih dapat mengedepankan akal dan emosi.
  • Mempunyai kemahiran teknis lebih besar dan pengurusan dibandingkan perempuan.
  • Lebih cenderung pada pemikiran abstrak dibandingkan perempuan.
  • Lebih kasar dibandingkan perempuan.
  • Lebih gemar bercakap dan lebih cenderung mencela saat orang sedang bercakap dibandingkan perempuan.
  • Lebih cenderung membuat perbedaan antara homoseksual dan lesbian.
  • Lebih cenderung menyindir dan menggunakan metafora dalam pembicaraan.

Sebagian dari perbedaan-perbedaan ini telah didukung oleh penyelidikan ilmiah, tetapi ada juga yang tidak. Semua ini harus diterima dengan hati-hati karena terdapat kelainan yang amat besar di kalangan lelaki dan perempuan. Beberapa stereotipe di atas tidak dilihat dari segi yang sama dengan masa kini (yaitu, penggunaannya dalam aspek dan lingkungan penghidupan yang tertentu, seperti kerja luar rumah) hingga abad ke-20, bermula dengan industri.

Dari segi rupa dan perawakan, tidak banyak lelaki menggunakan kosmetik atau pakaian yang secara umum terkait kepada perempuan. (karena biasanya yang berbuat demikian dikenal sebagai bencong alias waria, dalam bahasa Bugis dikenal dengan nama Calabai, Kawe-kawe, Saladewi).

~~~~~oo000oo~~~~

Dengan tidak merendahkan saudara saya yang berjenis kelamin Cewek (perempuan). Berikut ini saya sertakan sebuah Intermezo perbandingan antara Laki-laki dan perempuan yang dikirimkan ke email saya beberapa waktu yang lalu.

Meja kerja laki-laki berantakan
Kata Orang (KO) : Dia memang pekerja keras
Meja kerja perempuan berantakan
KO : Cewek apa’an tuh? Ngrapiin meja aja nggak becus..

Laki-laki bekerja menikah
KO : Dia pasti akan bekerja lebih baik karena hidupnya bakalan lebih teratur
Perempuan bekerja menikah
KO : Deeuuuuuu…paling entar habis hamil juga keluar dia..

Laki-laki ngobrol saat jam kerja
KO : Kalau udah ngomongin bisnis, lupa lunch.
Perempuan ngobrol saat jam kerja
KO : Dasar tukang ngrumpi !!!

Laki-laki nggak ada di meja kerja
KO : Sedang tugas luar
Perempuan nggak ada di meja kerja
KO : Jangan2 ngluyur ke mall

Laki-laki keluar dapet pekerjaan baru
KO : Emang pintar cari prospek dia…
Perempuan keluar dapet pekerjaan baru
KO : Emang perempuan nggak bisa dipercaya

Foto keluarga di meja laki-laki
KO : Hem…bapak teladan and setia
Foto keluarga di meja perempuan
KO : Ah dia sich emang mentingin keluarga daripada kerjaan…

Laki-laki selingkuh
KO : Memang kodratnya…
Perempuan selingkuh
KO : Idiiiihhhh amit-amit..

Laki-laki bujang usia tiga lima
KO : Matang..
Perempuan bujang usia tiga lima
KO : Perawan Tua

Laki-laki banyak teman lawan jenis
KO : Pasti humoris, enak diajak ngomong, pantes diajak jalan..
Perempuan banyak teman lawan jenis
KO : Piala bergilir …

Laki-laki dapat promosi jabatan
KO : Emang kalo’ prestasi bagus rejeki nggak kemana
Perempuan dapat promosi jabatan
KO : Ssstt..Boss ada mau tuh.

Laki-laki kepala botak
KO : Lambang bonafide and matang.
Perempuan kepala botak
KO : … baru kena tipes.

Sungguh enak menjadi seorang Laki-laki, dan betapa sulitnya menjadi seorang perempuan.

~~~~~oo000oo~~~~

Untuk kita renungkan bersama Wahai saudaraku sesama Laki-laki:

Manakala kerutan diwajah kita mulai muncul, hal itu sebagai bukti, bahwa kita sudah berusaha sekuat daya pikir kita untuk mencari dan menemukan cara agar keluarga kita senantiasa berada dalam suasana keluarga yang sakinah.

Dan manakala badan ini sudah mulai bungkuk, semoga saja merupakan pertanda bahwa kita sudah berusaha menjadi Laki-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarga, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaan, kekuatan, keuletan demi kelangsungan hidup seluruh keluarga kita.

Kita diberikan tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang kita miliki, walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat yang harus kita pertanggungjawabkan kelak.

Experiential Learning : GURU TERBAIK (2)

Experiential Learning : GURU TERBAIK (2)

Pada postingan saya beberapa hari yang lalu disini, pada akhir tulisan saya bahas sepintas tentang Experiential Learning. Untuk kali ini, saya akan berupaya membahas lebih jauh tentang hasil penulusuran saya dan apa yang pernah saya baca dan alami.

Experiential Learning adalah daur belajar yang menggunakan pengalaman sebagai bahan dasar belajar. Pengalaman-pengalaman pembelajar distrukturkan dengan cara melihat secara kritis dan reflektif sehingga menghasilkan hikmah yang akan dijadikan rencana tindakan selanjutnya.

Setiap hari kita mengalami ribuan kejadian, baik kejadian yang sesuai harapan ataupun sebaliknya. Ada pepatah yang mengatakan “Hanya keledai yang masuk lubang hingga dua kali”.Pengalaman-pengalaman itu dapat kita jadikan sebagai bahan pembelajaran yang bermakna untuk berbuat lebih baik.

Namun terkadang diantara kita tidak bisa mengambil pelajaran dari pengalaman karena keterbatasan pemahaman dan kurangnya kepekaan terhadap kejadian yang ada. Oleh karena itu, agar proses belajar dari pengalaman lebih efektif, maka diperlukan kiat-kiat praktis dalam pola belajar kita.

Kita sering mengalami kejadian yang kita rasakan dimana panca indera terlibat secara langsung, namun kita juga sering mendapatkan pengalaman dari informasi tentang peristiwa yang terjadi pada orang lain. Pengalaman jenis ini harus BAL (Benar, Akurat, Lengkap) sehingga tidak ada bias dalam proses berikutnya.

Dari pengalaman yang kita dapatkan secara obyektif, sebaiknya kita refleksikan secara jujur, hati-hati dan terbuka. Semakin bagus proses refleksi yang kita lakukan, maka semakin mudah hikmah kita dapatkan. namun jika sebaliknya,…. malah dapat menyebabkan penarikan hikmah yang bias.

In sight atau aha experience atau hikmah dari kejadian, diharapkan memiliki beberapa kriteria antara lain ; Obyektif tidak menambah-nambah, Solutif, bersifat umum (general) agar bisa dimanfaatkan oleh siapa saja dan dimana saja, serta dapat menggerakkan kita untuk melakukan perubahan.

Tahap pengambilan hikmah ini harus melibatkan hati nurani agar Allah SWT senantiasa membimbing kita mendapatkan hikmah yang terbaik menurut-Nya.

Selanjutnya perlu kita pahami bahwa hikmah akan bermanfaat dan menjadikan perubahan jika kita mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Karena tanpa pengaplikasian, maka usaha kita sebelumnya tidaklah berarti. Untuk itu dalam mengambil hikmah dari kehidupan, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, antara lain :

  • Luruskan niat untuk selalu belajar dan mengembangkan diri agar setiap hari semakin baik dan niatkan sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah.
  • Tidak melewatkan setiap kejadian yang dialami
  • Jujur kepada diri sendiri ketika mengalami kejadian.
  • Melakukan perenungan secara objektif mengenai sebab akibat yang terjadi.
  • Biasakan melakukan tafakur.
  • Senantiasa membuka diri untuk menerima feedback dari orang lain ketika mengambil hikmah.
  • Senantiasa berdo’a ketika melaksanakan proses daur pengalaman berstruktur agar Allah memberikan hikmah yang terbaik.

Allah SWT berfirman : “………. Tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia” (Q.S.Al-Imran: 191). Keyakinan ini akan membuat hati untuk senantiasa berbaik sangka kepada Allah SWT. Hati yang positif (berbaik sangka) akan mudah sekali mendapatkan hikmah, sedangkan hati yang negatif (berburuk sangka) pasti akan tertutup dari hikmah.

Semoga bermanfaat,….. terutama untuk diri saya tentunya. Amin….!