Arsip Blog

HARTA KARUN PARA NABI

Ada beberapa harta sejumlah nabi yang terus diburu arkeolog, ahli satelit mata-mata dan chasseur de tresor (pemburu harta karun). Sebagai contoh, Tabut Perjanjian Nabi Musa. Tabut merupakan tempat menyimpan ayat-ayat Allah yang difirmankan di Gurun Sinai.

Benda milik nabi yang juga diincar yakni singgasana Nabi Sulaiman. Takhta dari emas berhias berlian itu begitu elok. Model kiani Nabi Sulaiman agak tinggi. Sebab, bagian bawah berfungsi sebagai brankas jampi-jampi sihir. Read the rest of this entry

Iklan

Simpati untuk Bilqis, Peti buat Koruptor

BILQIS ANINDYA PASSA (19 bulan) hanyalah orang biasa, seperti bayi lain pada umumnya, yang menderita penyakit hingga pada saatnya dipanggil oleh-Nya.

Putri pasangan Doni Ardiantha Passa dan Dewi Farida tersebut menderita atresia bilier (saluran empedu tidak terbentuk), dan meninggal sebelum dioperasi oleh tim cangkok hati RSUP dr Kariadi, Semarang, Sabtu (10/4), setelah paru-paru dan darahnya terserang bakteri ganas. Read the rest of this entry

KEGEMBIRAAN SISTEMIK

Pagi itu , Saya terbujuk keinginan si Kecil untuk menangkap Jangkrik di sekitar rumah. Seusai hujan kemudian matahari sedikit bersinar, jangkrik banyak dijumpai lompat-terbang di sana-sini.

Saya tahu bahwa perkenalan pertama si Kecil dengan binatang jenis itu adalah lewat televisi tentang bocah yang sering berpetualang dan menangkap binatang kecil seperti jangkrik.

Cukup lama, Saya belum mendapatkan seekor pun. Pergerakan jangkrik sangat lincah bila dibandingkan dengan gerakan saya . Saya sudah merasa capek, melangkah ke sana kemari sembari membungkuk mencari Jangkrik. Tapi saya tetap berusaha bersabar.

Saya terhibur dengan semangat si kecil untuk menangkap binatang lucu itu.

Tiba-tiba muncul dalam pikiran saya, mengapa waktu seperti ini saya tidak gunakan untuk membaca buku, koran, atau ngeblog…… Tentunya banyak informasi yang terlewatkan serta kesetiaan teman2 berkunjung di blog saya belum bisa terbalas. Dibanding menangkap jangkrik seperti ini.

Tapi si Kecil tampaknya sungguh gembira berlari ke sana-sini mengejar jangkrik yang berlompatan di sekitar pematang sawah. Eits, bukankah ini kesempatan yang mahal? melihat bagaimana ia bergembira adalah suatu kebahagian tersendiri dalam hati saya. Kegembiraan yang ia rasakan menular ke perasaan saya .

Oya, tepat sekali, Saya pernah membaca sebuah artikel laporan penelitian mengungkapkan bahwa kegembiraan seseorang dengan cepat menular kepada orang lain.

Kegembiraan berdampak sistemik yang positif kepada orang yang ada di sekitar kita. Berbeda dengan kemurungan dan kesedihan seseorang, tidak cepat berdampak kepada orang lain.

Saya belum dapat menangkap seekor pun. Namun saya sangat bersyukur “merasakan” hal seperti ini. Saya dapat melihat berbagai jenis rumput, tumbuhan liar, berbagai jenis batu, bunga kecil, bulu bunga, cacing, kadal, siput, kupu-kupu, daun kering, dan mencium bau tanah segar.

O, benarlah apa yang dikatakan Conficius bahwa semua ciptaan Tuhan di dunia mengandung keindahan tetapi hanya segelintir orang yang bisa dan mempunyai kesempatan merasakannya. Luangkan waktu untuk mendapatkan keindahan-keindahan itu. Berjalanlah kalian di muka bumi….

Saya jadi kian bersemangat membantu si Kecil menangkap belalang. Terkadang saya berpura-pura menjatuhkan diri, membuatnya tertawa-tawa. Benar, ini adalah kesempatan yang mahal. Ini adalah kegembiraan yang tertular di antara saya dan si Kecil dan nampaknya matahari pun yang mulai meninggi tertawa gembira melihat suasana kebersamaan kami.

Saya teringat sebuah kisah tentang seorang ayah yang sangat sibuk. Suatu hari, putranya yang berusia lima tahun merengek untuk dimandikan oleh sang ayah, sekali saja. Namun sang ayah tak punya waktu untuk itu. Ia hanya mengusap rambut putranya kemudian melesat pergi ke tempat kerja.

Menjelang malam, sang ayah dikabari putranya demam tinggi. Sang ayah tetap melanjutkan aktivitasnya dan yakin istrinya dapat menangani masalah itu, lantaran pikirnya, itu demam biasa. Tiga jam kemudian, ia mendapat kabar putranya telah meninggal dunia.

Ketika ikut memandikan jenazah putranya, sang ayah itu tersentak. Pagi ketika akan berangkat kantor anaknya merengek untuk dimandikan. Sekarang, ia memandikan tapi dalam kondisi sang anak sudah tidak bernyawa. Menangislah sang ayah, sembari mengatakan berulang-ulang, “Ayah tengah memandikanmu, Sayang….”

Beberapa saat, saya dapat menangkap seekor jangkrik yang besar. Dengan suka cita si Kecil segera memasukkannya ditempat yang sudah disediakan.

Terima kasih banyak Tuhan, saya sudah diberikan suasana kegembiraan dengan si Kecil yang akhir-akhir ini hampir kami lupakan.

Ini Tanggal Cermin : 01022010

Sejak tadi pagi rencana posting, tapi rutinitas kerja tidak mengizinkan. Pas jam istirahat, kami semua pada ngumpul di ruang guru ngobrol sambil nonton TV, tiba-tiba TV- nya padam…….. ternyata mati lampu lagiiiiiii……..

“PLN, kok ada lagi pemadaman listrik sih? Kirain 2010 sudah tidak ada lagi pemadaman ?” Tulis salah seorang teman di status facebook-nya.

Sudah tiga hari terakhir, kembali deraan pemadaman bergilir PLN melanda tempat kami. Praktis rutinitas kerja jadi terganggu, apalagi seperti saya yang kebetulan dalam mengajar harus menggunakan aliran listrik.

Jadinya materi pembelajaran yang seharusnya Praktik, terpaksa disajikan dalam bentuk diskusi informasi….

Saya tidak tahu bagaimana sumbernya sampai di akhir pembelajaran salah seorang siswa memunculkan pertanyaan bahwa hari ini adalah tanggal cermin ‘01022010

Ia mengajak kita semua untuk menyimak format penulisan tanggal hari ini: 01-02-2010. Baliklah dari belakang maka akan tetap sama yakni 01 02 2010. Suatu yang terkira sepele ternyata amat menarik perhatian. Tidakkah Anda takjub?

Mungkin pada hari ini sebaiknya kita jadikan sebagai momen untuk membersihkan cermin yang ada dalam hati kita. Sama seperti cermin kusam yang perlu disikat dengan sedikit sabun untuk membuatnya clingg kembali…kita juga butuh itu untuk menyucikan cermin hati kita dari segala dosa-dosa kita sebelum kita bisa mengomentari orang lain dengan kaca mata kita sendiri.

Ketika cermin hati kita tidak bersih, kita tidak dapat mengenal diri kita sebenarnya. Kekotoran kita ditutup-tutupi dengan keadaan cermin yang kotor. Jika sudah tidak dapat mengenal diri kita, kita tidak dapat mengenal Tuhan kita. Naudzubillahi mindzalik.

DIREKTUR DAN ISTERINYA


Pak Wongso seorang Direktur sebuah perusahaan multinasional sedang mengendarai mobilnya dalam perjalanan keluar kota berdua dengan isterinya. Tiba-tiba ban depan mobilnya kempes, untunglah karena tidak begitu jauh dari tempat tersebut ada sebuah bengkel tempat tambal ban.

Sang Isteri kemudian bergegas memanggil salah seorang tukang tambal ban yang berada dibengkel tersebut untuk segera mengurus mobilnya.

Hanya dalam beberapa saat, ban mobil sudah diganti dengan ban serep yang ada di bagasi mobil Pak Wongso .

Ketika mobil sudah melaju kembali di jalan raya, pak Wongso pun bertanya kepada isterinya. “Ma, tadi itu siapa sih? Papa lihat Mama berbicara sangat akrab dengan tukang tambal ban tadi, sepertinya Mama sudah lama berteman dengan dia. “oh, nggak koq Pa, hanya teman lama,” jawab isteri Pak Wongso ringan.

Tapi, rupanya Pak Wongso tidak begitu langsung percaya akan pengakuan isterinya. Ia kembali mendesak. “Benar nih hanya teman lama? Tapi tadi Papa lihat mama sangat akrab dengan Dia. Ayo dong Mama ngaku deh!”

Karena terus didesak, istri Pak Wongso akhirnya mengakui. “Iya deh, dugaan Papa benar. Tadi itu sebetulnya mantan pacar Mama waktu SMA dulu. Tapi, kami hanya ngobrol biasa koq, hanya saling menanyakan kabar saja”.

“Apa??? mantan pacar Mama waktu SMA?” Pak Wongso terbelalak kaget hingga bola matanya hampir keluar mendengar pengakuan isterinya, tapi aneh,…. tak lama kemudian ia malah tertawa terbahak-bahak.

“Ada apa sih Pa? Koq tiba-tiba tertawa seperti itu?” tanya isterinya heran. “Iya ma, bagaimana mungkin Papa tidak tertawa. Mantan pacar mama jadi tukang tambal ban, untung Mama nikah dengan Papa hingga jadi Isteri Direktur. Coba kalau mama nikah dengan Dia, Mama pasti jadi isteri tukang tambal ban”.

Wakakakakaka,….. Pak Wongso kembali tertawa puas, bahkan sampai perutnya yang gendut bergetar dan air matanya keluar karena geli. Tapi, isteri pak Wongso tidak marah mendengar penjelasan suaminya. dengan tenang ia menjawab.

“Eeee…Apa yang salah sih Pa sama Tukang tambal ban??… yang penting penghasilannya halal khan? Lagi pula Papa yang seharusnya bersyukur nikah sama Mama hingga papa jadi Direktur. Coba kalau dia yang nikah dengan Mama, dia pasti yang jadi Direktur dan Papa yang jadi tukang tambal ban.

~~~~~ooo000ooo~~~~~

Kisah diatas saya dapatkan dari seorang teman workshop kemarin dan saya mempostingnya disini untuk menjadi bahan perenungan untuk kita semuanya. Yang pasti bahwa untuk menjadi seorang laki-laki yang mulia, maka kita dituntut untuk senantiasa memuliakan wanita.