Arsip Blog

DISAAT CACAT MORAL MENGHADANG

Di tengah kepenatan panggung politik menghadapi isu korupsi dan pemilukada yang menghiasi bingkai media massa, mulai dari kasus terbongkarnya mafia pajak hingga perseteruan suami istri di Pemilukada di Provinsi Gorontalo, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi memunculkan gagasan segar tentang perlunya moral bagi calon kepala daerah untuk maju dalam memperebutkan jabatan politik (24 April 2010).

Wacana politik yang dilemparkan mantan Gubernur Sumatera Barat sangat beralasan dengan memperhatikan realitas politik yang ada di depan mata rakyat, di mana masalah moral tidak lagi dijadikan pijakan norma sosial dan etika politik bagi seorang kandidat untuk maju dan mencalonkan diri menjadi bupati atau walikota. Read the rest of this entry

Iklan

VIDEO PENANGKAPAN SUSNO DUADJI

Senin sore, Susno dijemput oleh provos di Bandara Soekarno Hatta karena hendak bepergian ke Singapura. Alasan penjemputan tersebut adalah untuk mencegah Susno ke luar negeri karena tidak memiliki izin dari pimpinan.

Penangkapan mantan Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji menunjukkan kepanikan Polri dan sekaligus mencerminkan sikap Polri sebagai penguasa bukan pengayom. “Penangkapan Susno bukan saja mencerminkan kepanikan di elite Polri, tapi cermin di tingkat elite penguasa,” kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhi Masardhi di Jakarta, Senin (12/4) malam. Read the rest of this entry

JK PLONG, USAI PELANTIKAN SBY-BOEDIONO

Meskipun hal ini sudah berlangsung beberapa hari yang lalu, tapi bagi saya ada kesan tersendiri dan baru kali ini ada wakil presiden RI yang ‘kepergiannya’ dari Istana Wakil presiden, banyak pihak merasa kehilangan seperti yang dilangsir beberapa media.

Ada mata sembab, berkaca-kaca, bahkan menitikkan air mata karena harus berpisah dengannya. Beberapa stasiun televisi bahkan sengaja meliput saat-saat terakhir JK di istana. Sebuah perpisahan bentuk baru bagi seorang wapres sejak republik ini berdiri.

Sebagai seorang praktisi ekonomi, saudagar dan politisi, JK akan tetap menjadi pembanding dan alat ukur baru bagi siapapun wapres setelahnya. Apakah akan lebih cepat, lebih lincah, tegas, egaliter, banyak ide dan sangat tidak birokratis. Kondisi ini mungkin saja akan mempengaruhi ritme kerja Boediono dalam jabatan barunya. Sebagai pejabat baru, publik tentu senantiasa memelototi sosok Guru Besar UGM ini dari waktu ke waktu.

Yang perlu dicatat, JK sejak awal bersama SBY hingga menyatakan maju sebagai calon presiden, JK berjanji akan meneruskan kerja dan tanggung jawabnya sebagai wapres bersama SBY hingga masa jabatannya berakhir. Hal itu telah dibuktikan dengan baik termasuk hubungannya dengan wapres penggantinya, juga sangat baik. Sehingga kita bisa yakin, tidak ada alasan bagi pelaksana bangsa ini untuk bekerja buruk, kendati kabinetnya dipenuhi orang-orang parpol.

Usai mengakhiri jabatannya sebagai Wapres RI, Selasa 20 Oktober 2009 setelah mengikuti pelantikan Presiden-Wakil Presiden, SBY-Boediono di gedung DPR-MPR RI, bersama isteri tercinta Hj.Mufida Jusuf Kalla langsung menuju rumah pribadinya yang disambut oleh keluarga bak Panglima kembali dari perang.

Seperti biasa, rona keceriaan dan energik terus terpancar dari sosok putra terbaik Sulsel itu. Suasana penuh kekeluargaan hari itu bertambah heboh saat pemilik Kalla Group tersebut bercengkrama dengan delapan anak dan cucunya.

Putra kelahiran Bone Sulsel ini merasa plong dan kegirangan, sekali-sekali dia bergulingan bersama cucunya diatas lantai yang hanya dilapisi karpet tebal, sambil tertawa lepas, tak ada beban. Ia sumringah.

Dia pun membiarkan para cucu naik ke atas tubuhnya sambil tertawa ceria. Karena ulah para bocah tersebut, membuat JK beberapa kali memperbaiki sisiran rambutnya.

Ketika disapa wartawan, “kelihatan lebih segar, Pak?” JK hanya menjawab singkat, ”Ya, saat ini saya lebih segar.”

HASIL MUNAS GOLKAR

ABURIZAL BAKRIE TERPILIH SEBAGAI KETUA UMUM GOLKAR 2009-2014

“Aburizal Bakrie terpilih sebagai ketua umum Partai Golkar, sempurnalah totalirisme dan otorianisme kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono”. Penilaian itu pernah diungkapkan pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit.

Aburizal Bakrie akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar, dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Kampar, Pekanbaru, Riau, dini hari tadi.

Situasi yang sempat memanas ketika berlangsungnya pemungutan suara pemilihan ketua umum dalam Munas Partai Golkar VIII di Hotel Labersa Pekanbaru, Kamis (8/10). Pimpinan sidang, Fadel Muhammad menemukan dan mengumumkan ada peserta di sekitar kotak suara membawa ballpoint dan kamera. Selanjutnya tiba-tiba muncul perwakilan dari Binjai yang nyaris baku hantam. Pihak keamanan langsung bereaksi dan mengamankannya. Tampak Jusuf Kalla juga harus turun tangan menengahi situasi

Dari 536 total pemilik suara yang sah, Aburizal meraih 297 suara. Sedang pesaing terdekatnya Surya Paloh meraih 239 suara. Dua kandidat lain yaitu Hutomo Mandala Putra dan Yuddy Chrisnandy sama sekali tidak meraih suara.

Suasana ballroom hotel langsung meriah. Aburizal Bakrie langsung mendapat pelukan ucapan selamat dari Akbar Tanjung yang sejak awal duduk disampingnya, dan disusul para pendukung lainnya, setelah memastikan bahwa jumlah suara yang diperoleh Ical sudah melebihi 50% meskipun pada saat itu proses perhitungan suara belum berakhir.

Aburizal Bakrie yang akrab di sapa Ical ini kelahiran Jakarta 15 November 1946 adalah putra sulung dari pengusaha H Achmad Bakrie. Aburizal merupakan salah satu dari orang paling kaya di Indonesia, dengan kekayaan yang berkisar 5,4 miliar dollar AS, dan meningkat beberapa kali lipat dari tahun 2006 sebesar 1,2 miliar dollar AS.Kontribusi terbesar kekayaan keluarga Bakrie berasal dari anak perusahaan Bakrie Group, produsen batubara Bumi Resources yang nilai sahamnya melonjak. Keluarga Bakrie memiliki usaha di infrastuktur, properti dan telekomunikasi, namun yang paling memberikan kontribusi pada kekayaannya adalah kenaikan saham batubara sampai 600 persen.

Aburizal melepaskan kegiatan bisnisnya ketika ia menjadi anggota Golkar dan berniat untuk mulai terjun di dunia politik dan mencalonkan dirinya menjadi salah satu kandidat calon presiden dalam Konvensi Partai Golkar dan didukung tidak kurang dari ketiga ormas Trikarya Golkar (SOKSI, Kosgoro, dan MKGR).

Aburizal pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) yang dijabatnya sejak 1994. ketika menjabat sebagai KADIN ia sudah mencoba mengatasi penyelundupan bersama dengan pemerintah, tetapi belum berhasil. Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Presiden Asean Chamber Of Commerce and Industry dan Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode II (1938 -1998). Aburizal ketika menjabat sebagai Menteri Koordinasi perekonomian pernah mengungkapkan tentang Perekonomian Nasional menurutnya dapat tumbuh lebih cepat dibanding yang sekarang jika Pemerintah lebih serius dalam mengembangkan potensi pasar Domestik sebagai motor penggerak Ekonomi Nasional.

Kita semua hanya bisa berharap, semoga partai yang berlambang pohon beringin ini sebagai salah satu partai dengan jumlah pemilih terbanyak pada pemilu legislatif yang lalu, akan jauh lebih baik dibawah kepemimpinan beliau.

Dihimpun dari berbagai sumber

E-MAIL : TAWA SUTERA POLITIK

Ditengah rutinitas kerja di akhir tahun pelajaran saya sempatkan diri untuk mengecek e-mail yang masuk pagi ini, ternyata ada 11 email yang salah satu diantaranya adalah postingan berikut ini , yang menurut pengirimnya dirangkum dari Ketawa.com , meskipun cuman saduran, tapi bolehlah sekedar membuat kita nyengir sejenak………………………………..

Jargon Kampanye yang Membingungkan
Tim sukses SBY sedang pusing melakukan pembenahan di Palembang, alasannya : Ketika mereka memunculkan jargon “SBY berbudi“, mereka tidak memikirkan kalau di palembang arti kata Budi = Menipu/berbohong.

Jadi artinya SBY berbudi = SBY berbohong, sehingga slogan-slogan di Palembang yang naik cetak harus dibatalkan semua.

Oleh karena itulah orang Palembang lebih suka SBY berpasangan dengan Hatta Rajasa agar jargonnya jadi “SBY berjasa”

Tetapi masih untung SBY tidak berpasangan dengan Salahudin karena jargonnya jadi “SBY bersalah”

Dan juga PAN tidak jadi mengajukan ketumnya Sutrisno Bachir karena jadi “SBY berachir”

Namun siapapun “ber sama nya, tetap SBY depannya”….termasuk Rani kalo jadi cawapres menjadi “SBY berani”.

Lebih Berbahaya Dari Virus Flu Babi
Akhir-akhir ini masyarakat ditakutkan denga adanya flu babi ( H1N1 ) yang secara global mulai menjangkit dimana-mana.

Akan tetapi menurut penelitian terbaru dari FDA Us Oleh Dr Jim Roberst,peneliti lulusan chicago health instistute,ditemukan jenis virus baru yang mana virus ini merupakan jenis varian terbaru dari virus H1N1 yang perkembangannya jauh lebih cepat dari Induknya.

Gejala dari Yang terkena Virus ini penderita akan mengalami suatu suatu perasaan ephoria di dalam dirinya bahkan pendrita tidak menyadari kalau dirinya sedang mengidap virus berbahaya ini dan dalam jangka waktu 1-2 tahun penderita bisa mengalami Kematian mendadak.

Dan yang paling mengejutkan Virus baru ini telah menjangkit 2 orang di Indonesia dan telah memamakan 1 korban

Oknum yang terjangkit Virus ini tidak pandang bulu, Di Indonesia sendiri Virus ini ternyata menjangkiti oknum pejabat, sehingga konon kabarnya ketua KPK juga terinfeksi Virus tersebut dan salah satu dirut BUMN meninggal akibat keaganasan virus ini.
VIRUS BARU INI DINAMAI : R4N1

Antara Janda, Keperawanan, dan Partai Politik

Seorang “Janda” yang sudah 3 kali kawin-cerai periksa di dokter kandungan. Waktu dokter mau periksa dalam, terjadi percakapan.

Janda : “Hati-hati periksanya ya dok, saya masih ‘perawan’ lho …!”
Dokter: “Lho? Katanya ibu sudah kawin-cerai 3 kali, mana bisa masih perawan …?”
Janda : “Gini lho dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten.”
Dokter: “Oh gitu, tapi suami ibu yang ke-2 gak impoten kan?”
Janda : “Betul dok, cuma dia gay, jadi saya gak diapa-apain sama dia.”
Dokter: “Lalu suami ibu yang ke-3 gak impoten dan bukan gay kan?”
Janda : “Betul dok, tapi ternyata dia itu orang ‘partai politik’….”
Dokter: “Lalu apa hubungannya dengan keperawanan ibu …?”
Janda : “Dia cuma janji-janji saja dok, ‘gak pernah direalisasikan!!!”
Dokter: “?!?!?!?!????”

Rakyat dan Wakil Rakyat
Di sebuah Sekolah Dasar sedang diterapkan sebuah mata pelajaran baru, yaitu PMWR alias Pelajaran Mengenal Wakil Rakyat. Kemudian si Guru memulainya dengan memberikan beberapa pertanyaan pada murid-muridnya.
Guru : “Bupati dan Wakil Bupati, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?”
Murid: “Bupati, Bu!!!”
Guru : “Gubernur dan Wakil Gubernur, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?”
Murid: “Gubernur, Bu!!”
Guru : “Presiden dan Wakil Presien, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?”
Murid: “Presiden, Bu!!”
Guru : “Rakyat dan Wakil Rakyat, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?”
Murid: “Seharusnya sih Rakyat, Bu!!”
Guru : “Kok, pakai seharusnya?”
Murid: “Karena sekarang malah terbalik Bu guru.”
Guru : “Bagus, terus tanda supaya kita kenal sama Wakil Rakyat kita bagaimana?”
Murid: “Yang pasti mereka suka warna abu-abu.”
Guru : “Betul, terus apalagi?”
Murid: “Suka konspirasi politik”
Guru : “Demi apa?”
Murid: “Kepentingan, Bu!!”
Guru : “Tepat sekali, sering muncul dimana mereka?”
Murid: “Di televisi, Bu!”
Guru : “Karena apa?”
Murid: “Karena skandal dan kasus, Bu!!”
Guru : “Aduh, anak murid Ibu pinter-pinter, terus ciri Wakil Rakyat apalagi?”
Murid: “Pasti sering mendadak tajir, Bu!!”
Guru : “Darimana, kok bisa gitu?”
Murid: “Diam-diam kan nyolong, Bu. Kalau nggak ya dapat hibah gono-gini gak jelas.”
Murid: “Dari yang pengin diuntungkan.”
Guru : “Terus kan Wakil Rakyat sering mengadakan sidang, berapa tahun sekali?”
Murid: “Setiap hari, Bu!!”
Guru : “Kok bisa, alasannya?”
Murid: “Kan biar dapat tunjangan dan komisi rapat.”
Guru : “Biasanya yang dibahas apa?”
Murid: “Nggak ada Bu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan.”
Guru : “Jadi Rakyat dengan Wakil Rakyat, yang mana bosnya?”
Murid: “Ya, semestinya Rakyat dong, Bu!!”
Guru : “Kenapa semestinya?”
Murid: “Karena aneh, Bu!”
Guru : “Aneh kenapa?”
Murid: “Masak bos kekurangan beras di rumahnya, Bu! Sedangkan Wakilnya malah asik impor beras. Nimbun juga bisa kali, Bu.”
Guru : “Bagus-bagus, ternyata sebelum diajari kalian sudah banyak tahu tentang Wakil Rakyat ya.”
Murid: “Iya dong Bu, kan sudah jadi bukan rahasia lagi. Rakyat sudah banyak yang tahu, Bu.”
Guru : “Sudah banyak yang tahu mengapa asik ongkang-ongkang kaki di Parlemen?”
Murid: “Kan,nggak tahu malu, Bu.”

Contoh Pejabat Anti Korupsi
Setelah proyek multimilyar dollar selesai, sang dirjen kedatangan tamu bule wakil dari HQ kantor pemenang tender. Udah 7 tahun di Jakarta jadi bisa cakap Indonesia.
Bule: “Pak, ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir dibawah mercy S 320.”
Dirjen : “Anda mau menyuap saya? ini apa-apaan? tender dah kelar kok. jangan gitu ya, bahaya tau haree genee ngasih-ngasih hadiah.”
Bule: “Tolonglah pak diterima. kalau gak, saya dianggap gagal membina relasi oleh kantor pusat.”
Dirjen: “Ah, jangan gitu dong. saya gak sudi!!”
Bule (mikir ): “Gini aja, pak. gimana kalau bapak beli saja mobilnya…”
Dirjen: “Mana saya ada uang beli mobil mahal gitu!!”
Bule menelpon kantor pusat.
Bule: “Saya ada solusi, Pak. bapak beli mobilnya dg harga rp.10.000,- saja.”
Dirjen: “Bener ya? OK, saya mau. jadi ini bukan suap. pake kwitansi ya..”
Bule: “Tentu, Pak..”
Bule menyiapkan dan menyerahkan kwitansi. dirjen membayar dengan uang 50 ribuan. mereka pun bersalaman.
Bule (sambil membuka dompet ): “Oh, maaf Pak. ini kembaliannya Rp.40.000,-.”
Dirjen: “Gak usah pakai kembalian segala. tolong kirim 4 mobil lagi ke rumah saya ya…”
Bule : @#$%^&**(


PS : Untuk Anakku yang mengirim e-mail ini,.. sesuai dengan permintaan kamu,…e-mailnya sudah diposting nih. terima kasih yah. sering2 aja kirim… lumayan kalau lagi kehabisan ide.