Nazaruddin, Akhirnya Datang Juga


Sosok Muhammad Nazaruddin menjadi perhatian masyarakat sejak mencuatnya kasus suap Wisma Atlet SEA Games di Palembang. Kisah pelarian Nazaruddin ke Luar Negeri hingga tertangkap di Kolombia menjadi bahan pemberitaan media.

Tak heran jika, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) punya pendapat khusus mengenai Nazaruddin. Apa Kata Busyro mengenai Nazaruddin.

“Kami Mensyukuri, kami menyadari perkara ini lebih menarik dari Umar Patek,” kata Busyro saat jumpa pers di Gedung KPK, jalan HR Rasuna Said, Minggu (14/8/2011).

Busyro pun mengungkapkan rasa terima kasih kepada Mabes Polri atas pemulangan Nazaruddin.

Seperti diberitakan, setelah terbang sekira 36 jam yang membawa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin akhirnya tiba di Bandara Halim Perdankusuma.

Nazarudin Saat Turun Dari Pesawat

Nazarudin Saat Turun Dari Pesawat

Pesawat Gulfstream N913 PD tiba sekira pukul 19.50 WIB, Sabtu (13/8/2011). Nazaruddin langsung dibawa ke Rutan Mako Brimob untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, Nazaruddin dibawa dan diperiksa di KPK.

Nazaruddin ternyata tersangkut segudang dugaan perkara tindak pidana korupsi terkait proyek di sejumlah kementerian. Tak tanggung-tanggung, nilai total proyek yang melilit bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu mencapai Rp6,037 triliun.

Ketua KPK Busyro Muqoddas menjelaskan, Nazaruddin tersangkut tiga kasus. Pertama, Nazaruddin diduga terkait dugaan suap proyek wisma atlet SEA Games yang ditangani dua kementerian dengan nilai Rp200 miliar.

Kedua, kasus Nazar di tahap penyelidikan terkait proyek di dua kementerian,” dengan nilai proyek Rp2,642 triliun,” kata Busyro dalam jumpa pers di KPK, Jakarta, Minggu (14/8/2011) malam.

Ketiga, Nazar juga terseret proyek full package dengan jumlah kasus sebanyak 31. Kasus ini melibatkanlima kementerian. “Dengan demikian total nilai proyek adalah Rp6,037 triliun. Perkara ini terus kami lakukan proses hukum, di kantor KPK. Kita bekerja dengan sepenuh semangat dan pengabdian,” tegas Busyro.

Ketika jumpa pers di gedung KPK tadi malam, tepatnya dimulai pukul 23.30, petugas membeber satu per satu barang di tas cangklong Nazaruddin. Seperti diberitakan, saat ditangkap di Cartagena, Kolombia, tas itu dititipkan oleh Nazaruddin kepada Dubes RI di Kolombia Michael Manufandu. Tas itu lantas disegel.

Tadi malam, di depan wartawan, isi tas cangklong merek Dunhill itu dibeber oleh petugas. Selain flash disk merek Sony Vaio 4 GB, tas tersebut berisi sejumlah barang. Antara lain, sebuah BlackBerry Torch, sebuah BlackBerry Bold 9700, HP Nokia C5, HP Nokia E7, satu power crystal, dan satu jam tangan berwarna hitam dengan kaca depan pecah. Barang-barang lain adalah sebuah charger BlackBerry, satu tiket elektronik atas nama Syarifuddin dari Cartagena ke Bogota, uang tunai USD 20 ribu, satu dompet berisi lima lembar uang USD 100, dan sejumlah uang peso Kolombia.

Yang menjadi pertanyaan, CD yang pernah ditunjukkan oleh Nazaruddin saat melakukan wawancara lewat Skype dengan Iwan Piliang dan disebut berisi data-data yang memperkuat ”nyanyiannya” tak ada dalam daftar isi tas cangklong itu. Apakah memang benar-benar tidak ada di tas cangklong” Atau, oleh Nazaruddin sudah diamankan lebih dulu saat dirinya ditangkap” Itulah yang masih menjadi misteri. 

Posted on 14 Agustus 2011, in Berita and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: