Susno Duadji Bebas


Susno Duadji Bebas

Susno Duadji Bebas

 

Meski proses persidangan terhadap mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji belum selesai, namun terhitung sejak 18 Febuari 2011, pukul 00.00 WIB, terdakwa kasus suap dan korupsi dana Pilkada Jawa Barat, bebas demi hukum.

Hal tersebut karena masa penahanan Komjen Susno Duadji habis pada 17 Februari 2011, dan tidak bisa diperpanjang lagi. Komjen Susno Duadji sendiri keluar dari Rutan Mako Brimob sekitar pukul 00.10 WIB.

Dengan dijemput oleh tim kuasa hukumnya yakni Henry Yosodiningrat, Maqdir Ismail dan Ari Yusuf Amir, mantan Kabareskrim Polri yang mengenakan baju abu-abu, nampak sumringah ketika keluar dari Rutan Mako Brimob.

“Saya mengucapkan syukur kepada Allah SWT, dan terima kasih kepada teman-teman pers, atas doanya malam ini saya bebas,” ucap Susno singkat kepada wartawan yang menunggu di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Setelah itu Susno pun langsung meninggalkan Mako Brimob dengan mengunakan mobil Hummer milik salah satu tim pengacaranya, serta diikuti oleh beberapa mobil lainnya.

Komjen Susno Duadji sendiri bebas setelah masa masa tahanan pertama yang diperpanjang selama 60 hari dan kemudian diperpanjang kedua kali selama 30 hari habis. Masa penahanan mantan Kapolda Jawa Barat ini tidak bisa diperpanjang lagi dan sesuai dengan undang-undang maka dia harus dibebaskan demi hukum.

Meskipun demikian Susno bukan bebas murni. “Susno akan tetap menjalani persidangan kasus hukumnya,” ujar Zul Armain Aziz sebagai Kuasa hukum Susno

Menurut dia, persidangan Susno akan tetap jalan. Namun, jenderal bintang tiga tersebut tidak menjalani masa tahanan. “Keluarnya Susno tak mempengaruhi jalannya persidangan yang dijalaninya,” katanya.

Susno Duadji saat ini sedang menjalani dua kasus hukum yaitu kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat. Dalam kasus SAL, Susno dituntut hukuman tujuh tahun penjara karena menerima suap dari Syahril Johan senilai Rp 500 juta atas kasus PT SAL.

Dalam kasus Pilkada Gubernur Jawa Barat, ia dituduh memotong anggaran hibah saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Iklan

Posted on 18 Februari 2011, in Berita and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Orang-olang muda dan tua Indonesia mudah sangat terjebak hal-hal kecil dari media meleka yang mendiskusi hal-hal kecil, turut mengalihkan isu. Harusnya tentara dekat dan bersama mahasiswa dan rakyat untuk ambil aksi merebut. halusnya tentala setelah melihat situasi krisis saat ini lantas secepatnya pegang kekuasaan bagi mempertahankan negara dan rakyat bumiputera yang kini terancam oleh kami orang. Tapi tentara di Indonesia, kolonel-kolonelnya, tidak belani sama jenderal-jenderal meleka, yang padahal jadi jendelal kalena menyuap. Kami Singapore dulu tak ada artinya, kami merdeka juga lebih belakang, haiyaa. Tapi kami dapat pemimpin hebat, Tuan Lee Kuan Yew, pejuang sejati dan pemimpin sejati dalam kami inilah. Indonesia dulu ada pemimpin hebat, Sukalno, tapi direbut pemimpin karbitan CIA/Amelika, Suhalto. Indonesia kini sama saja, dipegang pemimpin tak tahu apa-apa, SBY. Maka kita orang, dinasti Han, Tionghoa perantauan, bukan Cina hebat macam mereka olang RRC/Tiongkok. Kami di Indonesia pandai dagang dan menyuap dan KKN dengan pejabat-pejabat Indonesia yang tak memiliki halga diri. Itu terus-menerus. Indonesia sekalang juga semakin hancul belantakan.

  2. Diam kamu, Huo Huan!!!! Bukankah sudah nenek-moyang kita orang-olang Han/Tionghoa l/rancang semuanya. Tapi kita orang Han, Tionghoa, sudah lama kuasai dan kendalikan meleka, termasuk media utama, TV-TV berita, kita olang sudah kuasai dan dikte isinya semua, paham? Tak hanya itu. Titik-titik strategis Indonesia pun semua telah kami kuasai. Kita orang yalah dinasti Han. Semua isu harus kita alihkan dan kita pula-pula angkat isu-isu itu, tapi jangan dalam-dalam. Kalau tak, maka kita orang akan lugi semua, nanti kalau ada kerusuhan, harta benda kita orang ludes semua. Ingat, kini tak ada yang tidak kita orang kuasai. Kita orang pintar, mereka orang bumiputera tolol-tolol, mudah dibeli, haiyaa…. Di antala kami juga banyak yang masuk Islam, itu pura-pura saja, supaya kita olang tidak dimusuhi. Mana yang tidak kami orang kuasai ha…?! Semua tanah-tanah luas negeli itu, properti, perumahan dan blok-blok mewah saat ini semuanya milik kita orang. Haiya….. Tak ada yang tersisa untuk anak-anak bumiputera Indonesia. Haiyaaa…. Tak perlu 300 tahun. Pejabat-pejabat itu tolor-tolor, mahu ber-KKN dengan kami, mereka orang murahan, haiyaaa…. Kurang dari 100 tahun lagi, bumiputera itu semua sudah punah, haiyaaa… Yang telsisa dali meleka hanya sedikit sekali, macam etnis Aborigin di Australia, haiyaa….. Jangan tanya atau katakana itu lagi Hou Hian! Jangan kamu buka rahasia nenek moyang kita orang lagi !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: