Luna Maya dan Cut Tari Menyusul Ariel


Ariel dikawal oleh Luna Maya saat dipindahkan ke Bandung

 

Setelah Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) Nazriel Irham alias Ariel dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung, tiga hari mendatang, akan ada dua tersangka penyebaran video porno menyusulnya.

Kedua tersangka ini juga akan menyusul Ariel mendekam di Rumah Tahanan Klas I Kebon Waru, Bandung. “Informasinya dalam dua atau tiga hari, yang berikutnya dua orang lagi akan dikirim ke sini. Akan ada berkas lagi dan mereka akan ditahan di rutan sini,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandung Wisnu Baroto, saat ditemui di ruang kerjanya, Bandung.

Namun, Kajari Bandung memastikan bahwa dua orang yang dimaksudnya bukan Luna Maya dan Cut Tari. Menurutnya, salah satu dari dua tersangka tersebut adalah Reza Rizaldy alias Redjoy alias RJ, yang diduga sebagai pengunggah pertama kalinya video tak senonoh itu.

“Bukan Luna Maya dan Cut Tari. Dalam berkas yang saya terima (berkas Ariel), Luna dan Cut Tari masih sebagai saksi,” tegasnya.

Kajari Bangdung mengungkapkan bahwa persidangan yang akan dijalani oleh Ariel nanti juga akan menghadirkan dua tersangka yang dimaksudnya tersebut.

“Ini kan karena satu rangkaian, jadi sidangnya Insya Allah bareng, kalau sidangnya ruangnya lain ya nggak bisa. Mereka akan menjalani sidang dalam satu ruangan,” jelasnya.

Pada kesempatan lain, Farhat Abbas menilai tiga orang pelaku video porno harus ditahan. Tak hanya Ariel, tapi juga Luna Maya dan Cut Tary. “Ini memprihatinkan, bos Playboy saja bisa ditangkap sementara yang jelas-jelas lawan mainnya dalam video porno tersebut masih tetap berkeliaran,” katanya saat berbincang dengan beberapa wartawan Jumat kemarin.

Menurut Farhat, untuk menangani kasus video porno, pihak kepolisian harus adil dan tidak memandang belas kasihan. “Jangan tebang pilih seperti itu, jangan juga alasannya sayang segala macam, jadi enggak ditangkap,” ujarnya.

Mengenai TKP yang masih dirahasiakan, menurut Fahat hanya sebagai alibi. Farhat ingin Luna dan Cut Tary segera menyusul Ariel. “Locus delicti (TKP) itu hanya alasan saja. Mereka kan juga ikut membantu membuat videonya di Indonesia, jadi semestinya bisa diperkirakan tempatnya,” ujarnya.

Untuk membantu masalah ini. Farhat siap jika dijadikan saksi di persidangan nanti. “Yang jelas dari Hajar sudah menyiapkan lima orang untuk jadi saksi. Kalau perlu saya memberikan kesaksian saya karena saya tidak nyaman, masa harga diri perempuan Indonesia cuma segitu. Berhenti saja jadi jaksa kalau jaksanya tidak bisa membuktikan kesalahan mereka,” tegasnya.

Iklan

Posted on 23 Oktober 2010, in Berita and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: