Ariel, Cut Tari, dan Luna Maya Bebas dari Jeratan UU ITE


                    Ariel - Tari - Luna                    

 

Setelah diproses beberapa bulan, akhirnya nasib vokalis Peterpan, Nazril Irham alias Ariel, mendapatkan kejelasan. Bukan hanya Ariel, Luna Maya dan Cut Tari yang juga menjadi tersangka dalam kasus video mesum tersebut juga ikut mendapatkan kejelasan. Mereka bertiga terlepas dari jeratan UU ITE.

Kebebasan mereka bertiga dari jeratan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik itu diungkapkan oleh Marwoto Soeto.

“Penyidik Polri mencabut Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dulu dijeratkan kepada Ariel, Luna Maya dan Cut Tari ,” kata Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabid Penum) Polri, Kombes Pol Marwoto Soeto di Jakarta, Senin (18/10).

Pencabutan dari jeratan Undang-Undang ITE dalam kasus video porno, karena ketiganya tidak sebagai pengunggah dan penyebar.

“Berkas perkara Ariel sudah tiga kali bolak-balik dari penyidik ke kejaksaan, pengembalian berkas perkara tersebut karena kejaksaan masih mempermasalahkan tentang konfrontasi antara Cut Tari dan Ariel,” kata Marwoto.

Kejaksaan masih mempermasalahkan soal lokus delicti (lokasi kejadian) dan tempus delicti (waktu kejadian) peristiwa pengambilan video tersebut.

Ariel bersama Cut Tari dan Luna Maya menjadi tersangka video porno milik Ariel bersama 10 orang pengunggah dan penyebarnya.

Para artis yang jadi tersangka itu dikenakan pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yaitu penyertaan dalam perbuatan pornografi dan pasal 282 KUHP tentang asusila.

Polri sebelumnya menetapkan tersangka Ariel dan telah menahan vokalis itu di Rumah Tahanan Bareskrim Mabes Polri sejak Selasa (22/6).

Marwoto mengatakan batas masa penahanan maksimum oleh penyidik ada 120 hari, masa penahanan Ariel lima hari lagi selesai pada 23 Oktober 2010.

Polri sebelumnya juga telah melakukan pemeriksaan identifikasi fisik untuk memastikan pemeran dalam video asusila tersebut.

Identifikasi fisik itu menggunakan anatomi forensik yang merupakan salah satu cara untuk mengungkap kasus melalui investigasi kejahatan secara ilmiah.

Penyidik melakukan peninjauan struktur anatomi ketiga artis yakni Ariel, Luna Maya dan Cut Tari dan dibandingkan dengan ciri-ciri tubuh yang tertera pada rekaman video asusila tersebut.

“Para penyidik tidak ada kewenangan lagi untuk menahan Ariel, maka tanggal 23 Oktober pukul 00.00 WIB, Ariel akan dibebaskan. Kewenangan kami untuk menahan sudah tidak  ada lagi,” ujar Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Soeto di Mabes Polri, Jumat, 15 Oktober 2010.

Menurut Marwoto, Ariel telah mendapat SPPT (Surat Perintah Pengeluaran Tahanan) yang dikeluarkan Mabes Polri. “Berkas Ariel tetap berjalan, dia akan seperti Luna Maya dan Cut Tari dan tetap wajib lapor,” ucap Marwoto. “Kami tidak butuh pengakuan dan tidak mengharapkan dia mengaku. Kalau dia nggak mau mengaku, kita akan cari bukti lain.”

Jadi, Ariel sudah bisa keluar dari selnya di Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Jakarta, tengah malam ketika Sabtu berganti Minggu, pekan depan setidaknya untuk sementara.

 

Source : http://id.omg.yahoo.com & VIVAnews.com

Posted on 20 Oktober 2010, in Berita and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. kunjungan balik ditunggu

  2. bingung……ama proses hukum di imdonesia……

  3. Ariel guwe suka gaya loch…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: