KITA HANYA BISA BINGUNG


SRI MULYANI

SRI MULYANI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajukan permohonan mengundurkan diri dari jabatannya. Ia ingin menerima tawaran Bank Dunia, menjadi managing director. Sebuah jabatan yang dianggap cukup prestisius. Mengangkat nama sang menteri dan juga mengangkat nama Indonesia. Demikian penilaian sementara kalangan.

Tapi tak urung dari pihak lain, bermunculan penilaian sebaliknya. Itu hanyalah bentuk intervensi pihak luar terhadap masalah dalam negeri kita. Sri Mulyani harus menyelesaikan dahulu proses hukum bailout Bank Century sebelum menerima jabatan itu. Padahal ia sudah harus bekerja sebagai managing director Bank Dunia mulai 1 Juni, sementara proses hukum kasus Bank Century tidak mungkin selesai dalam waktu singkat.

Demikian sedikit cuplikan komentar dari dua kalangan dalam menyikapi pengangkatan Sri Mulyani Indrawati jadi pejabat penting Bank Dunia yang berkedudukan di Washington DC Amerika Serikat.

Di sini kita tidak sedang menyoroti secara substansial pengangkatan SMI, begitu namanya biasa diinisialkan, oleh Bank Dunia, atau proses hukum yang dijalaninya di KPK. Yang ingin kita soroti di sini adalah, setiap kali ada masalah yang diberitakan secara publik di negeri ini, rakyat selalu disuguhi aneka pendapat yang membingungkan.

Yang satu mengatakan salah, yang lain mengatakan benar, dan itu diperdebatkan secara live di media televisi. Seperti halnya kontroversi pendapat kasus Bank Century, kasus Anggodo, kasus Bibit-Chandra, kasus Susno Duadji, yang semuanya sudah memanas sebelumnya dan menyita perhatian masyarakat.

Memang, publikasi kontroversi pendapat mengenai kasus-kasus itu, bisa diharapkan sebagai ajang pembelajaran bagi masyarakat, yaitu pembelajaran berdemokrasi, hukum dan politik. Tapi, saat ini, alih-alih jadi ajang pembelajaran, semua itu malah hanya menjadi ajang penciptaan kebingungan yang membuat rakyat merasa bingung lalu muak dan kemudian bersikap apatis.

Sekarang, betapa banyak masalah yang mencuat ke permukaan, yang kontroversial serta berlarut-larut penyelesaiannya secara hukum maupun politik. Masyarakat dibiarkan bingung tidak tahu, bagaimana sebenarnya duduk soalnya.

Ketika rakyat hanya bisa bingung saat disuguhi persoalan-persoalan bangsanya seperti itu, maka harapan kita hanya satu, semoga ada hikmah di balik semua peristiwa itu. Semoga ada penyelesaian yang hasilnya terbaik untuk rakyat.

Yang tidak kita harapkan adalah, jangan sampai dengan kebingungannya yang berulang-ulang, rakyat lalu sama sekali kehilangan kepercayaan. Ya kehilangan kepercayaan terhadap para pemimpin, elite politik dan juga kehilangan kepercayaan terhadap politik dan hukum.

Lalu, sesudah itu rakyat menjadi apatis dan tidak mau berperan serta lagi dalam proses pembangunan bangsa. Jika itu terjadi, maka sungguh besar akibatnya dan memerlukan kerja besar pula untuk memulihkannya.

Posted on 8 Mei 2010, in Opini and tagged , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. kite2 emang cuman bisa nonton pertunjukan …
    masih mending kita bisa ungkapkan pandangan lewat blog … nah yang laennya ratusan juta rakyat hanya bengong bin bingung

    hatur tararengkyu n selamat liburan😉

  2. Betul Bang….saat lembaga negara yang mestinya bisa dipercaya sudah tidak mampu menunjukan dedikasi dan integritasnya, maka semua orang akhirnya berpendapat. Dalam demokrasi, pendapat sah sah saja dan tidak haram. Hanya saja kalau sudah maunya menang sendiri dan merasa paling benar, itu kan demokrasi para pecundang.
    Masih inget kasus UU Penodaan Agama? Minta diadili di MK, setelah diputus MK, pendapat pribadi yang tidak sepakat masih muncul. Itu salah satu kasus saja. Dan masih ribuan kasus yang lain. Betapa setingkat MK saja, kadag masih tidak percaya.

  3. admin nya bingung apa tak lagi pembacanya jiahaaa

  4. Menurut saya, rakyat jangan cuma bisa bingung. Tapi harus bisa mengekspresikan pendapatnya sendiri.

  5. Ojo bingung ,,yang penting ngeblog terus

  1. Ping-balik: 10 Top Keyword 2010 « MAGAZINE ONLINE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: