PENGAWAS UN TIDAK BOLEH BERTINDAK BERLEBIHAN


BSNP: Pengawas UN Tidak Boleh Bertindak Berlebihan

(ANTARA News) – Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Prof Mungin Eddy Wibowo menegaskan, guru pengawas ruang ujian nasional (UN) tidak boleh bertindak berlebihan (overacting) saat mengawasi pelaksanaan UN.

“Dari pantauan pelaksanaan UN yang kami lakukan di beberapa daerah, kami masih menerima laporan adanya guru pengawas ruangan yang `overacting`, sehingga mengganggu konsentrasi siswa,” katanya di Semarang, Rabu.

Menurut dia, guru pengawas ruang hanya bertugas mengawasi di depan ruang kelas untuk mencegah terjadinya tindak kecurangan, kalau mereka mondar-mandir mengelilingi ruangan tidak dibenarkan karena dapat mengganggu konsentrasi.

“Saat melakukan pantauan UN di daerah Nusa Tenggara Barat, saya justru melihat langsung ada guru pengawas yang berkeliling mengedarkan daftar hadir kepada peserta saat UN sudah dimulai. Hal itu menyalahi aturan,” katanya.

Ia mengatakan, guru pengawas harus mengedarkan daftar hadir sekitar 15 menit sebelum UN dimulai, termasuk membacakan peraturan dan tata tertib pelaksanaan UN. “Kalau sudah dimulai tidak diperbolehkan,” katanya.

Berkaitan dengan tindakan yang dilakukan guru pengawas itu, pihaknya tidak langsung memanggil yang bersangkutan, namun memberi penjelasan kepada kepala sekolah untuk mengingatkan guru pengawas tersebut.

“Guru pengawas seharusnya cukup mengawasi jalannya UN dengan duduk di depan. Bahkan, posisi kursi untuk dua guru pengawas pun telah diatur tidak berdekatan,” kata Mungin yang juga mantan Ketua BSNP tersebut.

Guru pengawas ruangan, lanjut Mungin, boleh berkeliling ruangan jika mencurigai adanya tindak kecurangan. Akan tetapi, hal itu tidak sering dilakukan karena dapat mengganggu konsentrasi peserta UN.

Mungin menjelaskan, tugas pengawasan telah diatur dalam standar operasional prosedur UN, termasuk sanksi yang diterapkan jika ada pihak yang melanggar, mulai dari teguran, sanksi administratif, dan sanksi lebih lanjut.

Selain itu, Mungin juga menyesalkan adanya pejabat yang masuk ke ruang ujian saat memantau pelaksanaan UN, karena hal itu tidak diperbolehkan dalam standar operasional prosedur UN.

Sumber : Antaranews.com

Iklan

Posted on 25 Maret 2010, in Berita and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: