BAHWA CINTA ITU ADA


GADING-GADING GANESHA

Satu lagi film nasional yang akan meramaikan khasanah perfilman di tanah air. Kali ini lewat film arahan Sujiwo Tejo yang berjudul Bahwa Cinta itu Ada (Gading-Gading Ganesha). Menceritakan kisah enam mahasiswa ITB yang berbeda status sosial dan latar belakang. Film ini diadaptasi dari novel karya Dermawan Wibisono dengan judul yang sama.

Film yang diprakarsai oleh Ikatan Alumni Mahasiswa ITB ini mendapat sambutan yang positif serta pujian yang mengalir tiada henti dari para wartawan saat press screening dan konfrensi pers di Planet Hollywood Jakarta (1/3).

Para pemain yang hadir seperti Ario Wahab, Eva Asmarani, Rizky Hanggono, Alex Abbad, Dennis Adishwara,dan Restu Sinaga pun tampak tersenyum gembira melihat reaksi dan tanggapan para wartawan yang satu persatu memuji film mereka.

Tidak ketinggalan aktor sekaligus sutradara terbaik yang dimiliki oleh Indonesia Slamet Rahardjo juga datang di acara ini dan memberikan pernyataannya. “Satu yang perlu dicatat di film ini adalah, film ini sangat menarik, karena tidak banyak orang yang membuat film dari sebuah gagasan, mudah-mudahan film ini bisa menjadi cara bertutur film di tanah air,” ujar Slamet Rahardjo saat mengungkapkan penilaiannya terhadap film Bahwa Cinta Itu Ada.

Awalnya durasi film ini mencapai tiga jam, namun dipotong dan hanya menyisakan 90 menit saja. Mengenai pemotongan ini, sang sutradara mengungkap kan bahwa hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang. “Sebenarnya durasi film yang tiga jam itu sangat luar biasa dan memiliki gambar-gambar yang bagus, tapi cuma 90 menit yang bisa kami kasih dengan cinta,” ujar Sujiwo Tejo.

Menanggapi pemotongan durasi film ini Restu Sinaga pemeran Poltak dalam film ini mengaku sudah diberitahu sebelumnya. “Kita sebelumnya sudah dikasih tahu, tapi masa mau marah-marah,” ujar Restu.

Hanya saja, dengan pemotongan durasi film tersebut, Restu menyayangkannya. “Cuma sayang aja, kan kita udah diset lama-lama,” tekannya.

Restu juga harus menerima jika salah satu adegan romantisnya juga terpaksa dipotong. “Seperti pas gue ketemu sama cewek gue, gue salaman sama dia, dan itu menunjukkan bahwa dia akan menjadi pasangan hidup gue. Itu juga dipotong,” jelasnya.

Namun, Restu cukup mafhum dengan kondisi tersebut. “Memang film ini semestinya dibuat dua seri,” ujarnya.

Jadi jika Anda ingin melihat penggambaran cinta dari sang dalang Sujiwo Tejo, film ini bisa jadi alternatif menarik.

Sumber : 21cineplex.com

Posted on 11 Maret 2010, in Berita and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 22 Komentar.

  1. wah… surprise banget bang… jadi yang pertama nih…… horeeeeeeee….

  2. kayaknya filmnya emang bener-bener bagus nih bang… makasih infonya ya… ehmmmm… kira-kira kapan ya diputar di bioskop?

  3. Waah… ripiw…. buku nih bg… katanya filmnya ada juga…😀

  4. Kirain dapat yg pertama, ya sedih deh ga dapet…mumpung ada jaringan :)Info menarik seperti biasa bang, malksih atas infonya ya…

  5. yoi… ntar kita nonton barng bg… cikidot..😀

  6. keliatannya bagus. hopefully banyak lagi film bagus buatan dalam negri🙂

  7. saya belum nonton nih bang,saya suka film indonesia..apalagi film komedinya…

  8. Entah kapan aku mulai lagi membuka cinta…tapi kaya'nya film ini bagus mudah2an bisa menimbulkan cinta itu lagi….hahahahah..

  9. seperti biasa resensi film yang mantap bang

  10. Hadir kembali Bang …. Mantab reviewnya … saya bacanya di sini aja soalnya agak jarang nonton Film

  11. holla pak iwan… duhhh jadi mau nonton pilm ini. kalo gag salah masih ada di TIM deh. Bapak dah nonton kah?

  12. bila wartawan dan sutradara sekelas Slamet Raharjo memberikan pujian, tentunya menggoda kita untuk nonton film tersebut.

  13. semoga saja kreativitas ikatan alumni ITB dapat ditularkan kepada mahasiswa2 yang masih aktif. Salam

  14. iya aku tau film ini dari sebuah novel. tapi entah kenapa belum tertarik buat nntn😄

  15. mantap… i like it… tapi kapan mulai di launching Gan??ditunggu lagi kabarnya😀

  16. beberapa hari yg sa liad ada disalah satu studio di Surabaya, makanya mw nonton. tapi sa liat lagi kmaren napa ndak ada yak? apa sudah turun? cepat amat :((

  17. mantap pena pembelajaran, kalau kita koment pake url jadi dua deh backlinknya

  18. semoga sukses semua blognya

  19. Para sineas muda memang harus kerja keras agar film kita bisa berjaya lagi seperti dulu.
    Sekarang saingan semakin berat, dari televisi maupun film asing, oleh karena itu kita harus berjuang agar film kita tak kalah bersaing dengan mereka.
    Terima kasih atas pencerahannya bang.
    salam hangat dari Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: