IBUNDA BILQIS DITETAPKAN JADI PENDONOR


Tim dokter akhirnya memilih Dewi Farida (37), menjadi pendonor hati bagi anaknya, Bilqis Anindya Passa (17 bulan), pengidap kelainan saluran empedu tidak terbentuk (atresia bilier).

Meskipun golongan darah Dewi Farida dan Bilqis berbeda namun akhirnya ditetapkan bahwa Dewi sebagai donor.

Seperti diketahui ibu kandung Bilqis itu memiliki golongan darah A sementara Bilqis adalah AB. Dengan kondisi itu jika dipaksakan maka akan timbul resiko penolakan.

“Jika dilakukan maka akan muncul reaksi dimana hati yang dicangkokkan tidak mau tumbuh,” jelas salah satu anggota tim cangkok hati dr Sumantri, Selasa (9/2/2010).

Namun demikian Sumantri menyatakan tetap menjadikan Dewi sebagai donor karena ada jalan keluar supaya tidak timbul penolakan tumbuh.

“Bisa diatasi dengan obat-obatan. Sekarang kami dalam proses mendatangkan obat-obat itu. Semua sudah disiapkan jadi tak usah kuatir,” paparnya.

Obat itu dikatakan oleh Sumantri akan mempercepat pembiakan sel hati. Dengan obat itu maka tiap detik akan terbentuk sel baru.

“Pengkonsumsian obat itu itu akan menjadikan efek dalam waktu 1 minggu sudah terbentuk liver baru. Obat itu akan mempercepat proses pembentukan hati pada resipient,” kata Sumantri.

Alasan lain kenapa memilih Dewi sebagai donor karena hubungan ibu dan anak. Dewi yang mengandung Bilqis sudah ada adaptasi antara ibu dengan anak.

Ibunda Bilqis, Dewi Farida, mengungkapkan kegembiraannya terpilih menjadi pendonor hati bagi anak keduanya.“Saya siap dan senang bila terpilih oleh tim dokter menjadi pendonor bagi Bilqis,” ungkapnya terharu.

Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya untuk kesembuhan putri tercintanya. “Keluarga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan dukungan, baik doa, materiil, maupun prasarana, selama Bilqis dirawat,”ujarnya.

Sementara itu Aktivitas penghitungan koin untuk Bilqis Anindia Passa di posko koin peduli Bilqis di Jakarta Pusat, Selasa (9/2), masih berlangsung. Total dana yang telah terkumpul sudah mencapai Rp 1,4 miliar. Angka ini terus bertambah karena masih banyak donatur yang menyumbang.

Tim dokter yang menangani Bilqis, menyatakan bawa dalam operasi cangkok hati seperti yang akan dilakukan Bilqis ternyata tak sembarang menggunakan pisau operasi. Jika dalam memotong liver digunakan pisau operasi biasa maka akan timbul pendarahan yang banyak sekali.

“Kami butuh alat khusus untuk memotong liver. Kami sudah punya dua unit,” jelas dr Hirlan, Selasa (9/2/2010). Harga pisau operasi tersebut bernilai Rp. 500 Juta.

Kita hanya bisa berdo’a semoga operasi terhadap Bilqis bisa terlaksana secepat mungkin dengan hasil yang memuaskan. Amin.

Sumber : Okezone.Com

Posted on 10 Februari 2010, in Berita and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: