Experiential Learning : GURU TERBAIK (2)


Experiential Learning : GURU TERBAIK (2)

Pada postingan saya beberapa hari yang lalu disini, pada akhir tulisan saya bahas sepintas tentang Experiential Learning. Untuk kali ini, saya akan berupaya membahas lebih jauh tentang hasil penulusuran saya dan apa yang pernah saya baca dan alami.

Experiential Learning adalah daur belajar yang menggunakan pengalaman sebagai bahan dasar belajar. Pengalaman-pengalaman pembelajar distrukturkan dengan cara melihat secara kritis dan reflektif sehingga menghasilkan hikmah yang akan dijadikan rencana tindakan selanjutnya.

Setiap hari kita mengalami ribuan kejadian, baik kejadian yang sesuai harapan ataupun sebaliknya. Ada pepatah yang mengatakan “Hanya keledai yang masuk lubang hingga dua kali”.Pengalaman-pengalaman itu dapat kita jadikan sebagai bahan pembelajaran yang bermakna untuk berbuat lebih baik.

Namun terkadang diantara kita tidak bisa mengambil pelajaran dari pengalaman karena keterbatasan pemahaman dan kurangnya kepekaan terhadap kejadian yang ada. Oleh karena itu, agar proses belajar dari pengalaman lebih efektif, maka diperlukan kiat-kiat praktis dalam pola belajar kita.

Kita sering mengalami kejadian yang kita rasakan dimana panca indera terlibat secara langsung, namun kita juga sering mendapatkan pengalaman dari informasi tentang peristiwa yang terjadi pada orang lain. Pengalaman jenis ini harus BAL (Benar, Akurat, Lengkap) sehingga tidak ada bias dalam proses berikutnya.

Dari pengalaman yang kita dapatkan secara obyektif, sebaiknya kita refleksikan secara jujur, hati-hati dan terbuka. Semakin bagus proses refleksi yang kita lakukan, maka semakin mudah hikmah kita dapatkan. namun jika sebaliknya,…. malah dapat menyebabkan penarikan hikmah yang bias.

In sight atau aha experience atau hikmah dari kejadian, diharapkan memiliki beberapa kriteria antara lain ; Obyektif tidak menambah-nambah, Solutif, bersifat umum (general) agar bisa dimanfaatkan oleh siapa saja dan dimana saja, serta dapat menggerakkan kita untuk melakukan perubahan.

Tahap pengambilan hikmah ini harus melibatkan hati nurani agar Allah SWT senantiasa membimbing kita mendapatkan hikmah yang terbaik menurut-Nya.

Selanjutnya perlu kita pahami bahwa hikmah akan bermanfaat dan menjadikan perubahan jika kita mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Karena tanpa pengaplikasian, maka usaha kita sebelumnya tidaklah berarti. Untuk itu dalam mengambil hikmah dari kehidupan, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, antara lain :

  • Luruskan niat untuk selalu belajar dan mengembangkan diri agar setiap hari semakin baik dan niatkan sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah.
  • Tidak melewatkan setiap kejadian yang dialami
  • Jujur kepada diri sendiri ketika mengalami kejadian.
  • Melakukan perenungan secara objektif mengenai sebab akibat yang terjadi.
  • Biasakan melakukan tafakur.
  • Senantiasa membuka diri untuk menerima feedback dari orang lain ketika mengambil hikmah.
  • Senantiasa berdo’a ketika melaksanakan proses daur pengalaman berstruktur agar Allah memberikan hikmah yang terbaik.

Allah SWT berfirman : “………. Tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia” (Q.S.Al-Imran: 191). Keyakinan ini akan membuat hati untuk senantiasa berbaik sangka kepada Allah SWT. Hati yang positif (berbaik sangka) akan mudah sekali mendapatkan hikmah, sedangkan hati yang negatif (berburuk sangka) pasti akan tertutup dari hikmah.

Semoga bermanfaat,….. terutama untuk diri saya tentunya. Amin….!

Iklan

Posted on 11 Desember 2009, in Tak Berkategori and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: