HIKMAH DIBALIK FENOMENA


HIKMAHSalam sukses sahabat semua….., mari senantiasa kita memulai aktifitas keseharian dengan payung semangat berkendara keceriaan sehingga kesuksesan akan senantiasa menyertai setiap langkah kita, tentu saja dengan senantiasa menoleh kebelakang untuk sekedar memetik hikmah dari setiap kejadian yang kita alami agar kita dapat berbuat lebih baik dan lebih bermakna untuk lingkungan sekeliling kita, minimal dapat menjadi pembelajaran bermakna untuk hidup kita hari ini dan esok tentunya.
Mari bersama sejenak kita berpaling menelusuri ‘karunia’ yang besar dengan banyaknya kejadian yang menghebohkan menimpa bangsa ini. Bencana Tsunami Aceh, Gempa Yogya, Tsunami Pantai Selatan, Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, banjir , tanah longsor, kecelakaan kapal laut dan pesawat terbang sampai pada Gempa dahsyat yang menimpa Sumatera Barat.

Jika kita merenungkan hikmah di balik kejadian-kejadian tersebut, sesungguhnya bukanlah kejadian yang kebetulan. Akan tetapi seluruhnya sudah diatur dan menjadi kehendak Allah SWT. Sesungguhnya tidak ada satupun kejadian yang luput dari pengaturan-Nya. Semuanya terjadi karena izin Allah SWT. Setiap kejadian, entah baik atau buruk, semuanya karena izin Allah SWT. Oleh karena itu, mari bersama jangan sekadar mencari izin Allah, tetapi juga mencari ridho-Nya.

Kalau kita bisa mengilustrasikan, kita terkadang seperti seekor kerbau yang sedang merumput di pinggir rel kereta api. Ketika kereta api lewat, sang kerbau sejenak menengok lalu segera merumput lagi, tanpa pernah berpikir mengapa benda seberat dan sebesar itu bisa bergerak. Memang kerbau merupakan hewan yang tidak dikaruniai akal untuk bertafakur.

Nah , jika kita banyak dihadapkan pada kejadian demi kejadian, tetapi kita hanya terpana dan tidak berusaha menafakurinya, maka dimanakah perbedaan kita dengan sang kerbau?

Kenyataannya dalam kehidupan, kita sering fokus pada sebuah kejadian, namun tidak berusaha mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

Misalnya saja ketika kita kehilangan dompet. Kita hanya sering bergulat dengan perasaan menyesal kehilangan uang atau emosi kepada pencopet, padahal belum tentu juga hilangnya karena diambil oleh pencopet. Pernahkah kita melakukan perenungan, hilangnya uang adalah peringatan dati Allah SWT untuk kita. Mungkin saja kita belum bersedekah, belum membayar zakat, ataukah dengan uang itu nantinya akan membawa kita bermaksiat.

Pada dasarnya seseorang yang pandai mendapat hikmah akan menemukan sesuatu yang lebih berharga dibandingkan kejadian tersebut. Adapun orang yang tidak bisa menemukan hikmah dibalik kejadian adalah orang yang merugi. Merugi karena pada lain kesempatan hal tersebut akan menimpa lagi kepadanya, tetapi orang itu sama sekali tidak memunculkan perubahan sikap ataupun ikhtiar.

Apa yang saya tulis disini adalah hasil perenungan saya dalam beberapa hari terakhir ini. Ditengah deraan pemadaman simultan oleh PLN dan koneksi Speedy yang terkadang terputus karena pengaruh pemadaman yang tersebut, saya terpaksa jarang online…. di pihak lain ada hikmah yang saya bisa petik. Mungkin Tuhan menghendaki semuanya itu, karena pekerjaan saya menuntut untuk fokus dan Alhamdulillah tidak menyisakan bengkalai yang berarti.

Semoga saja tulisan ini dapat menjadi perenungan bagi sahabat semua, terutama pembelajaran yang sangat berarti bagi diri saya.

Posted on 9 Desember 2009, in Tak Berkategori and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: