SERIGALA TERAKHIR MAFIA INDONESIA


Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Anas Urbaningrum, menyerukan pembersihan mafia dari semua lembaga hukum di Indonesia.

Kasus dua pimpinan nonaktif KPK harus menjadi momentum pembenahan wajah penegakan hukum Indonesia. ”Para pimpinan lembaga-lembaga (penegakan hukum) tersebut tersebut harus benar-benar berkomitmen membersihkan lembaganya,” kata Anas dalam jumpa pers kemarin..

Mafia, ujar dia, harus hilang dari Polri, Kejaksaan, Pengadilan, dan KPK. Kasus terakhir terkait dua pimpinan nonaktif KPK, kata Anas, justru harus dijadikan momentum untuk benar-benar mendirikan martabat dan kehormatan lembaga penegak hukum.

Istilah Mafia nampaknya sudah melekat di bumi Indonesia, bahkan sudah menjadi predikat bagi oknum pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan.

Sedangkan bagi-bagi kalangan anak-anak, banyak yang sudah mengenal istilah ini, karena salah satu game Online yang banyak digemari di Facebook adalah ‘MAFIA WAR’

Kalau kita telusuri makna Mafia yang sebenarnya sesuai dengan pengertian yang terdapat di Wikipedia :

Mafia, dirujuk sebagai La Cosa Nostra (bahasa Italia: Hal Kami), adalah panggilan kolektif untuk beberapa organisasi rahasia di Sisilia dan Amerika Serikat. Mafia awalnya merupakan nama sebuah konfederasi yang orang-orang di Sisilia masuki pada Abad Pertengahan untuk tujuan perlindungan dan penegakan hukum sendiri (main hakim). Konfederasi ini kemudian mulai melakukan kejahatan terorganisir.

Anggota Mafia disebut “mafioso”, yang berarti “pria terhormat”.

Mafia melebarkan sayap ke Amerika Serikat melalui imigrasi pada abad ke-20.

Kekuatan Mafia mencapai puncaknya di AS pada pertengahan abad ke-20, hingga rentetan penyelidikan FBI pada tahun 1970-an dan 1980-an agak mengurangi pengaruh mereka. Meski kejatuhannya tersebut, Mafia dan reputasinya telah tertanam di budaya populer Amerika, difilmkan di televisi dan bahkan iklan-iklan.

Istilah “mafia” kini telah melebar hingga dapat merujuk kepada kelompok besar apapun yang melakukan kejahatan terorganisir

Kita tidak perlu membahas terlebih jauh tentang Mafia, yang penting kita tidak terlibat dalam salah satu kelompok terselubung yang bertujuan melakukan kejahatan yang terorganisir seperti yang sedang mengemuka sekarang ini.

Kalaupun anda tergolong penggemar film yang bertema action, tidak ada salahnya nonton Film ‘SERIGALA TERAKHIR’ yang serentak di putar di beberapa bioskop dalam minggu ini.(kayaknya nggak nyambung nih dengan pembuka postingan.

Berawal dari persahabatan 5 pemuda, Ale (Fathir), Jarot (Vino G Bastian), Lukman (Dion Wayoko), Sadat (Ali Syakieb), dan Jago (Dallas Pratama). Umur yang masih muda, membuat mereka sangat berambisi dan cenderung menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Ale yang terlihat memiliki jiwa kepemimpinan, dianggap sebagai leader kelompok ini.

Suatu hari dalam pertandingan sepak bola, mereka terlibat perseteruan dengan kelompok lain. Ale saat itu sedang terdesak, namun Jarot datang menyelamatkannya. Sayang, secara tak sengaja Jarot menusuk lawan dengan pisau. Ale dkk yang panik melihat korban jatuh bersimbah darah, langsung meninggalkan Jarot sendirian.

Akibat perbuatannya, Jarot harus mendekam di dalam penjara seorang diri. Tak ada satu pun sahabat-sahabatnya yang mau peduli. Ia pun merasa telah dikhianati teman-temannya sendiri. Perasaan kecewa dan sakit hati membuat Jarot ingin membalas dendam.

Selepas dari penjara, ia langsung bergabung dengan kelompok Naga Hitam yang notabene musuh dari kelompok Ale dkk. Permasalahan pun semakin rumit. Mulai dari Jarot yang tidak sengaja bertemu adik Ale, Aisya (Fanny Fabriana), perempuan yang dulu pernah ia cintai, hingga perdagangan narkoba antar dua kelompok ini.

Film dengan tema gangster mungkin baru SERIGALA TERAKHIR yang cukup menonjol. Upi Avianto sebagai sutradara cukup berani membuat film seperti ini, mengingat negara kita tidak terlalu terkenal dengan kelompok-kelompok mafia semacam ini.


Lihat Trailer Lainnya

Dengan durasi film selama 135 menit, film menjadi sedikit membosankan. Beberapa adegan drama dibuat lambat, sehingga cenderung membuat penonton sedikit bosan. Namun hal itu tertutupi dengan adegan action yang apik dan akting Vino sebagai Jarot yang cukup menawan. Ia mampu mengekspresikan rasa kecewa dan sakit hatinya akibat dikhianati dengan baik.

Sumber dari sini

Posted on 6 November 2009, in Tak Berkategori and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: