TAKABONERATE ISLAND EXPEDITION 2009


Sebagai point interesting dari masyarakat Sulawesi Selatan untuk dunia pariwisata, saat ini sedang berlangsung Takabonerate Island Expedition 2009 di kabupaten Selayar. Event ini akan digelar hingga 25 Oktober 2009 .

Selain itu, juga digelar culture events yang diadakan di Benteng, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Selayar, yakni grand launcing Takabonerate Island Expedition, Festival Budaya Konjo, serta atraksi seni tari dan musik.

Acara kuliner juga ambil bagian dengan memamerkan makanan dari hasil laut penduduk setempat. Untuk acara marine events, ratusan peserta diikutkan dalam ekspedisi tersebut, terdiri dari 220 penyelam dari 14 klub di Indonesia, 114 divers Sulsel, dan lainnya berasal dari provinsi DKI Jakarta, Jogjakarta, serta Surabaya.

Nantinya, mereka akan dipandu 34 diving master dan rescue due yang akan menjadi guide bagi peserta penyelam di bawah laut.

Sementara Lomba Mancing Internasional yang juga menjadi salah satu kegiatan dalam kegiatan ini diikuti sebanyak 170 tim. Di lokasi itu juga, gubernur diagendakan menyerahkan hadiah lomba mancing kepada para pemenang. Hadiah yang akan diserahkan itu antara lain satu unit mobil APV, satu unit mobil Avansa, dan uang tunai sebesar Rp 200 juta.

Menariknya, semua peserta menumpangi Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar. Mereka berangkat, Jumat (23/10), dari pelabuhan Soekarno-Hatta menuju Benteng, Kepulauan Selayar. Dan selama pelayaran, diatas kapal diadakan Seminar kemaritiman sebagai bagian dari Takabonerate Expedition Island yang dimaksudkan sebagai upaya menyatukan mindset kemaritiman untuk mengembangkan pariwisata.

Acara menyelam juga diikuti oleh tiga selebriti, Nadine Chandrawinata, Lusy Rahmawaty, dan Putri Patricia. Takabonerate Islands Expedition berlangsung dari 23-25 Oktober.

oooo0000oooo

Taman Nasional Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia yaitu setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km².

Topografi kawasan sangat unik dan menarik, dimana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak.

Diantara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.

Tumbuhan yang terdapat di daerah pantai didominasi oleh kelapa (Cocos nucifera), pandan laut (Pandanus sp.), cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan ketapang (Terminalia catappa).

Untuk kemeriahan event ini, sejumlah acara digelar dalam ekspedisi tersebut, seperti International Fishing Tournament, Underwater Exhibition (diving dan snorkling), serta exploring.

Terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis dari 17 famili diantaranya Pocillopora eydouxi, Montipora danae, Acropora palifera, Porites cylindrica, Pavona clavus, Fungia concinna, dan lain-lain. Sebagian besar jenis-jenis karang tersebut telah membentuk terumbu karang atol (barrier reef) dan terumbu tepi (fringing reef). Semuanya merupakan terumbu karang yang indah dan relatif masih utuh.

Terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi seperti kerapu (Epinephelus spp.), cakalang (Katsuwonus spp.), napoleon wrasse (Cheilinus undulatus), dan baronang (Siganus sp.).

Sebanyak 244 jenis moluska diantaranya lola (Trochus niloticus), kerang kepala kambing (Cassis cornuta), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), kima sisik (Tridacna squamosa), kerang mutiara (Pinctada spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius).

Jenis-jenis penyu yang tercatat termasuk penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu lekang (Dermochelys coriacea).

Sebanyak 15 buah pulau di Taman Nasional Taka Bonerate dapat dilakukan kegiatan menyelam, snorkeling, dan wisata bahari lainnya.

Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Mengg-gunakan bis dari Makassar ke Bulukumba (153 km) dengan waktu tempuh lima jam, kemudian ke pelabuhan Pamatata Selayar dengan ferry sekitar dua jam, yang dilanjutkan ke Benteng sekitar 1,5 jam. Dari Benteng ke pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil menggunakan kapal kayu sekitar lima jam.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Koordinator Sekretariat Takabonerate Island Expedition, Yulianus B Saleh, mengakui pemetaan titik potensi pariwisata Takabonerate yang sangat luas tidaklah mudah. Koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk memajukan sarana dan prasarana di Kabupaten Selayar.

Koordinasi lintas sektor inilah yang akan dicapai pada pelaksanaan seminar kemaritiman di KRI Makassar selama dalam perjalanan dari Makassar menuju Selayar. “Pariwisata memerlukan keterikatan sektor satu dengan lainnya,” kata Yulianus.

Potensi masyarakat di Kabupaten Selayar, kata dia, sangat mendukung untuk pengembangan kawasan Takabonerate dan sekitarnya menjadi destinasi wisata. Apalagi, masyarakat bakal memperoleh keuntungan dari penyewaan kapal, penginapan, dan potensi lain yang menjual.

Dari beberapa even yang digelar di Selayar, telah mulai tercipta kunjungan wisata dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Hanya saja, promosi yang dilakukan harus secara berkelanjutan dan lebih fokus.

Salah satu upaya yang sedang direncanakan untuk pengembangan kawasan wisata Taman Laut Takabonerate dengan konsep new wave marketing. Promosi tidak hanya dilakukan melalui media massa atau even yang digelar di luar negeri. Pengenalan potensi wisata juga melalui promosi horizontal memanfaatkan komunitas.

“Kami telah mengundang komunitas blogger untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Selayar dan kabupaten lain melalui kegiatan mereka. Promosi ini sangat efektif, karena melalui tulisan dapat tersebar ke seluruh dunia,” jelasnya.

Semua komponen masyarakat harus membangun kerangka berpikir agar semakin banyak orang yang mau berkunjung ke Selayar.

Selain itu, masyarakat Selayar harus lebih menggali kearifan lokal yang dapat menjadi penarik wisatawan mau berkunjung. “Keramahtamahan dan keindahan alamnya dapat menjadi jualan pariwisata yang dapat diandalkan.”

Iklan

Posted on 24 Oktober 2009, in Berita and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: