FILM SELENDANG ROCKER


Mentertawakan nasib yang tak berpihak adalah terapi menyingkirkan stres. Selendang Rocker, film besutan sineas Awi Suryadi – mencoba menghadirkan sisi tersebut dengan mengusung warna komedi yang kental – meski tidak meninggalkan misinya sebagai film yang menghibur.

Ceritanya mengenai perseteruan antara dua orang musisi Melayu murni yang tradisional dan rock metal yang kerasi.

Saya jadi teringat salah satu film jadul Rhoma Irama yang berseteru dengan musisi rock Ucok aka Harahap.

“Tapi ini bukanlah film musikal, melainkan film full komedi yang dibalut oleh musik yang merupakan kolaborasi melayu murni dan rock total,” kata Sunil T. Samtani, dari Rapi Film yang memperoduksi film, dibintangi rocker Candil dipasangkan dengan si bintang ayu blasteran indo Belanda, Sarah Jane.

Dikisahkan, The Panky, grup musik rock dengan vocalist andalannya yang temperamental, Ipank (Candil) mulai turun pamornya. Hingga suatu saat, produser The Panky ingin membuat album kolaborasi antara Ipank mewakili musik rock/keras dan rajanya musik melayu, Muna Nada dengan OM Selendang Bangke. Kolaborasi diantara mereka diharapkan akan mengembalikan kejayaan mereka.

Mulanya Ipank cs tidak mau akur dengan Muna Nada dkk – namun demikian toch hatinya begitu luluh setelah si Ipank jatuh cinta dengan gadis cantik Gabby (Sarah Jane) yang belakangan diketahuinya, anak semata wayangnya Muna Nada. Segala usaha mendekati Gabby selalu dimentahkan sang babe Muna Nada.

Sampai satu waktu Gabby mengatakan, Ipank harus membuktikan pada babenya bahwa ia bisa hebat dan mengalahkan si raja melayu Muna Nada. The Panky bersepakat untuk berlatih serius musik melayu yang tradisional dan berguru pada jawara-jawara musik melayu dalam perjalanannya mendalami musik melayu.

Film yang berdurasi 90 menit selain dibintangi rocker Candil dari band Serelius juga diperkuat Joe Project dan Ramzi diwarnai kekonyolan pemainnya di sana-sini, selain itu penikmat film nasional disuguhi alunan musik melayu yang ngegoyang dan rock metal yang keras.

Ide film SELENDANG ROCKER sebenarnya cukup menarik. Yakni menyoroti tentang musik Indonesia yang saat ini lebih banyak berisi musik Melayu. Tapi sayangnya film ini minim adegan dan pemain, mungkin hal ini untuk menghemat biaya produksi. Lokasi syuting juga sangat terbatas, jadi terkesan sedikit membosankan. Di beberapa bagian, lelucon yang dihadirkan kurang greget, sehingga menjadi monoton.

Pun begitu, di film besutan Awi Suryadi ini suara Candil dalam lagu soundtrack bisa menjadi obat rindu bagi penggemar mantan vokalis Seurieus, serta debut perdana Saykoji di layar lebar

Sumber :
1. Kabar Indonesia.com
2. Kapan Lagi.com

Posted on 23 Oktober 2009, in Tak Berkategori and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: