SAHABAT DARI SEMENANJUNG ARABIA


Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Karena cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.

Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkumpul kegembiraan..

Karena dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan gairah segar kehidupan.

Potongan puisi dari Khalil Gibran ini saya jadikan pembuka postingan,……..
Mungkin tidak sedikit rekan yang tahu tentang seorang bloggerwati Mbak Nura, yang selalu setia mengunjungi dan berkomentar di setiap postingan sahabat sekalian tanpa pernah berharap untuk dikunjungi balik. Tapi tidak banyak yang tahu secara detail tentang domisili Mbak Nura yaitu Kota Aljubail, Arab Saudi.

Saya mendapatkan artikel ini dari seorang teman yang pernah bermukim disana selama enam tahun.

Kebesaran Negara Islam di Semenanjung Arab ini sungguh memukau. Arab Saudi dahulunya merupakan wilayah perdagangan terutama di kawasan Hizaz, antara Yaman, Mekkah, Madinah, Damaskus dan Palestina. Meski sebagian wilayahnya adalah gurun pasir, namun pertaniannya sangat maju.

Perkebunan kurma dan gandum disana sudah sangat tersohor, belum lagi peternakan yang menghasilkan daging serta susu dan olahannya. Perindustrian Saudi umumnya bertumpu pada sektor Minyak bumi dan Petrokimia, terutama setelah ditemukannya sumber-sumber minyak pada 3 maret 1938. Untuk mengatasi kesulitan sumber air, selain bertumpu pada sumber air alam (oase) juga dibangun industri “desalinasi air laut” di kota Al-Jubail.

Jubail, adalah kota yang cantik , saat matahari pagi menghunus sinarnya yang berkilauan, dari balik jendela apartemen tampak Teluk Persia yang hijau kusam dari kejauhan, tapi sesungguhnya biru jernih setelah disambangi. Warna-warni bunga semusim dan pepohonan hijau dengan pangkasan yang terawat menghiasi sepanjang median jalan. Di jalur lain pohon kurma berbanjar di atas petak berpasir.

Al-Jubail kota industri berpenduduk 450 ribuan jiwa itu, memiliki karakteristik unik. Hari kerja berlangsung dari Sabtu hingga Kamis, dan Jumat merupakan hari libur. Denyut kawasan industri–antara lain kompleks industri gas dan petrokimia, pabrik peleburan baja, serta kilang minyak–dimulai sejak pagi buta. Mobil dan bus-bus jemputan karyawan serupa bus sekolah mulai beroperasi ba’da subuh. Proyek-proyek pembangunan berdentam sejak pukul enam.

Demikianlah sedikit pengantar Award dari Sahabat kita Mbak NURA di Al-Jubail Arab Saudi, yang telah mendesain empat buah Award dan dianugerahkan kepada semua sahabat yang sempat mampir di Blognya . Saya mengucapkan terima kasih atas anugerah ini, semoga Mbak Nura sekeluarga senantiasa dilimpahkan Rahmat, Rezeki dan terutama kesehatan sehingga tetap fit dalam melakukan aktifitas kesehariannya. Amin… Salam sayang buat Dimas dan Almas dan hormatku buat misua tercinta.

Iklan

Posted on 11 September 2009, in Tak Berkategori and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: