PEMBELAJARAN DARI MELATI


Cangadi, 21 Mei 2009.


Putih Indah berseri

Segar harum mewangi

Melati suntingan hati

Ho,…ho,…


Mungkin kita pernah mendengar bait lagu ini,……… kalau tidak salah dinyanyikan oleh BIMBO. Lagu yang saban sore terdengar lewat tape isteri tukang kebun saya yang tinggalnya disamping rumah.


Meskipun hari kamis ini libur, namun saya tetap masuk kantor untuk mengerjakan beberapa bengkalai termasuk entri nilai ujian praktik dan pembuatan beberapa proposal blockgrant.


Pukul 16.00, tiba di rumah setelah shalat Ashar, mumpung masih sore aku langsung ke kebun belakang, kangen rasanya untuk melihat tanaman Bonzai dan Melati yang sudah lama saya tinggalkan karena kesibukan Ujian Nasional dan blogwalking.


Kebun mini seukuran 15 x 20 meter yang terletak dibelakang rumah hanya diisi oleh beberapa pot bonzai dan bunga melati, yang pada awalnya saya peruntukkan sebagai sarana refreshing namun perkembangannya diluar dugaan saya, ternyata banyak juga yang berminat untuk membeli, terutama Bunga Melati…. sehingga saya memanggil Pa’Mimin untuk membantu sebagai tukang kebun.


Dari berbagai sumber yang saya baca,…. serta melalui pengamatan langsung saya, Melati disamping tumbuh di daerah tropis juga dapat hidup di negara yang beriklim dingin seperti Eropa. Tumbuhan ini dapat ditanam di halaman, kebun atau ladang yang cukup sinar matahari.

Perawatannya sangat mudah, cukup penyiraman secara rutin dan sinar matahari yang cukup, maka bunga ini sudah dapat tumbuh dengan subur.


Melati berbunga sepanjang tahun. Sari bunganya banyak dijadikan farfum/minyak wangi, sabun dan bedak. Dan karena keanggunannya maka sering digunakan sebagai kalung dan penghias sanggul pengantin. Bunganya yang putih bersih dengan aroma yang menawan, menjadikan melati sebagai bunga yang banyak disukai.


Melati yang berbunga harum, tidak hanya bisa dijadikan sebagai farfum dan hiasan. Melati dapat juga digunakan sebagai obat. Akar, daun dan bunganya banyak manfaatnya, Subhanallah. Kegunaannya antara lain :


Akar melati dapat digunakan sebagai obat luka karena terpukul, sakit gigi dan sakit kepala. Cukup dengan melumatkan akar yang sudah dicuci lalu ditempelkan di tempat yang sakit. Insya Allah, dengan cara ini, luka akan cepat sembuh.


Daun dan Bunga melati dapat dijadikan obat radang mata, sesak nafas, bisul dan bengkak akibat gigitan serangga. Caranya, segenggam bunga melati direbus setelah dicuci. Airnya sebagian diminum dan sebagian dipakai untuk mencuci mata. Bila bengkak karena gigitan serangga, segera ambil bunga atau daun melati yang telah dicuci bersih lalu ditumbuk kemudian ditempelkan ke tempat yang bengkak tersebut. Insya Allah, bengkaknya akan mengecil.

Selain untuk obat, bunga melati juga dipakai sebagai campuran minum teh yang awalnya diperkenalkan oleh orang-orang China.


Bagaimana cara menanamnya? Sebaiknya ditanam pada musim hujan dengan mengambil batangnya yang sudah tua, dipotong dengan menggunakan pisau yang tajam, lalu ditanam di dalam pot atau tanah yang lembab dan cukup sinar matahari.


Banyak hikmah dan pembelajaran berharga dibalik kehidupan bunga melati. Melati yang mudah ditanam, mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah dan berjiwa besar untuk siap hidup dimana saja. Bunganya yang harum mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berprilaku yang baik dan berkata sopan. Sehingga, orang sekeliling akan menyukai kita, sebagaimana orang suka akan harumnya bunga melati. Khasiatnya sebagai obat, mengajarkan kepada kita, bahwa tidak cukup hanya dengan berbuat baik, tetapi kita harus berguna bagi masyarakat.


Subhanallah, banyak pelajaran yang saya peroleh dari melati





Posted on 22 Mei 2009, in Tak Berkategori and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: